Rabu, 26 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 188
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas Jakpreneur binaan dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengikuti pelatihan komoditas makanan olahan daging yang digelar Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara di RPTRA Walang Baru, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja.
"Terus berinovasi"
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis sekaligus membangun pola pikir kewirausahaan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu mengolah makanan, tetapi juga cermat dalam melihat peluang pasar dan mengembangkan usaha.
"Kami ingin para peserta berani memulai usaha, konsisten menjaga kualitas produk, hingga terus berinovasi agar usahanya dapat berkembang," ujarnya, Rabu (26/8).
Menurutnya, olahan daging memiliki peluang usaha yang menjanjikan karena bahan bakunya mudah diperoleh dan dapat memiliki nilai jual tinggi apabila dikembangkan secara kreatif.
Pelatihan tersebut menghadirkan chef profesional sebagai instruktur. Sejumlah menu kekinian yang diajarkan meliputi Mac and Cheese, Chikuro (Chiku Roll), dan Swedish Meatball.
"Pemilihan menu ini disesuaikan dengan tren kuliner saat ini. Diharapkan melalui kegiatan ini, para pelaku usaha dapat bersaing di pasar yang lebih luas," terangnya.
Lurah Tugu Utara, Kusmadi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang diadakan Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara tersebut karena bermanfaat untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan ekonomi warga.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata dalam memberdayakan warga kami agar memiliki bekal ilmu yang mumpuni untuk meningkatkan pendapatan keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku usaha binaan Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Rukiyani (47) mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Terlebih, materi yang diberikan dapat menjadi peluang untuk mengembangkan usahanya.
"Alhamdulillah, menu jualan saya jadi bertambah. Pelatihan ini sangat berkualitas meski didapatkan secara gratis. Padahal, saya pernah mengikuti pelatihan kuliner serupa di luar dan itu berbayar cukup mahal," ucapnya.
Rukiyani berharap, ilmu yang diperolehnya dapat membantu mengembangkan usaha sekaligus memperluas pemasaran produknya.
"Nanti kalau ada bazar, saya sudah siap menawarkan menu-menu baru yang sedang kekinian. Semoga usaha saya semakin berkembang," tandasnya.