Sabtu, 22 Agustus 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 164
(Foto: Andri Widiyanto)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak ingin menyelesaikan permasalahan tawuran di Jakarta secara kasuistik.
Pramono ingin upaya penanganan aksi tawuran bersifat jangka panjang dengan menyediakan fasilitas publik sebagai sarana penyaluran energi anak muda.
"energinya tersalurkan secara lebih baik,"
"Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih ingin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistik hanya sesaat saja, tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik," ujar Pramono, di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).
Dengan adanya sarana publik ini, Pramono meyakini masyarakat bisa saling menghormati dan menjalin komunikasi dengan baik. Ia mencontohkan penyediaan berbagai fasilitas olahraga, seperti sarana olahraga tinju di Jakarta Timur untuk mengurangi aksi tawuran.
Saat ini, Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan jajaran penegak hukum untuk mengantisipasi potensi konflik antarkelompok remaja di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
"Saya meyakini bahwa untuk menyelesaikan itu tidak semata-mata kemudian hanya bersifat jangka pendek saja. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang," tandasnya.