Kamis, 20 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 199
(Foto: Istimewa)
PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usaha PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) tengah membangun perluasan area pertemuan (extended concourse) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Pembangunan yang dimulai sejak Februari 2026 tersebut telah mencapai progres 21,46 persen per Juli ini.
"kita akan mengejar progres,"
Extended concourse merupakan area multifungsi seluas 4.439 meter persegi yang dapat terhubung langsung dengan Halte Transjakarta Bundaran HI area platform dan anjungan. Area tersebut bersifat non-taping atau pengunjung tidak perlu membayar tiket MRT terlebih dulu untuk dapat menikmati fasilitas yang disediakan.
Pembangunan extended concourse Bundaran HI menelan anggaran senilai Rp200 miliar menggunakan dana kontribusi Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Dari total dana tersebut, sekitar Rp150 miliar diperuntukkan untuk kebutuhan konstruksi, sementara sisanya dialokasikan untuk konsultan perencana dan pengawas.
Dilengkapi dengan pembangunan dua muara (entrance) dan dua lift akses, extended concourse akan mendukung akses dan konektivitas sirkulasi penumpang/pengunjung yang diprediksi akan bertambah sekitar 6.000 orang per hari.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam menjelaskan penambahan 6.000 penumpang tersebut diperkirakan akan terjadi usai extended concourse dan proyek MRT fase 2 rampung dibangun.
“Peningkatan kurang lebih akan ada kenaikan 6.000 ridership di Stasiun Bundaran HI, menyambut extension route Bundaran HI yang akan diteruskan ke Stasiun Monas dan juga dipersiapkan sampai ke Stasiun Jakarta Kota,” ujar Ferdi, saat berada di proyek extended concourse Bundaran HI, Rabu (19/8).
“Saat ini progres (pembangunan) per Juli lalu sudah 21,46 persen, di Agustus ini kita akan mengejar progres ke angka 24 persen,” lanjut Ferdi.
Proses pekerjaan konstruksi untuk saat ini berfokus ke pemasangan dan penebalan tembok, waterproofing, hingga Mechanical, Electrical, & Plumbing (MEP). Pekerjaan dilakukan secara simultan dengan pemasangan sheet pile untuk membuka area muara dan lift yang barada di jalur pedestrian Jalan MH Thamrin sisi barat dan timur.
Dua muara dengan tangga manual dan eskalator dibangun di depan Plaza Indonesia dan Wisma Nusantara, sedangkan lift yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas dibangun di jalur pedestrian sisi barat dan satu lagi berada di dalam halte Transjakarta. Selain menjadi fasilitas utama bagi penumpang MRT dan Transjakarta, pembangunan sejumlah akses baru tersebut juga mendukung sisi komersial.
Commercial Head Departement PT MRT Jakarta (Perseroda), Ricky Agung Kresna Putra dalam paparannya di Wisma Nusantara pada Rabu (19/8) mengatakan, extended concourse akan terdapat 24 area multifungsi yang dapat dikembangkan secara fleksibel untuk berbagai fungsi komersial seperti F&B, ritel, ruang aktivasi tenant dan sebagainya dalam menghadirkan aktivitas sekaligus nilai ekonomi baru.
“Kami akan buka area-area tentunya diprioritaskan untuk art, exhibition, seni pertunjukan, tapi tidak menutup kemungkinan nantinya ada komunitas yang akan kerja sama," ujar Ricky.
Dalam perencanaan, proyek extended concourse akan terhubung dengan sejumlah gedung di sekitar Bundaran HI, di antaranya Hotel Pullman, Plaza Indonesia, Hotel Mandarin Oriental, Grand Indonesia, hingga Hotel Kempinski. Dengan jaringan tersebut, ruang bawah tanah Bundaran HI akan menjadi simpul konektivitas yang menghubungkan sejumlah tempat.
Pembangunan ruang multifungsi baru yang akan meningkatkan konektivitas, kualitas perjalanan penumpang, hingga aktivitas kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Mei dan mulai beroperasi pada Juni 2027. Bertepatan dengan usia lima abad Jakarta, peresmian extended concourse Bundaran HI akan menjadi salah satu kado manis bagi kota dan warganya.