Rabu, 19 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 88
(Foto: Nurito)
Semangat berbagi mewarnai jelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Sebanyak 25 mustahik dan penyandang disabilitas diberikan santunan dalam kegiatan bakti sosial.
"Meneladani akhlak Rasulullah"
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW," ujarnya, Rabu (19/8).
Panangaran menjelaskan, peringatan Maulid Nabi mengajarkan pentingnya kejujuran, kepedulian, kasih sayang, dan gotong royong, termasuk memberikan perhatian kepada anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kecamatan Ciracas dan seluruh kader yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
"Semoga kegiatan sosial yang dilakukan dapat menjadi amal ibadah sekaligus membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat," terangnya.
Kepada para penerima santunan, khususnya yatim piatu, Panangaran berpesan agar terus semangat belajar, rajin beribadah, serta menghormati orang tua dan guru.
"Jangan pernah merasa rendah diri. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Ciracas, Zakiyah Ritonga menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
TP PKK Kecamatan Ciracas akan terus mendorong semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai kegiatan sosial.
"Saya berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita serta menjadikan kita pribadi yang semakin baik dalam kehidupan bermasyarakat," ucapnya.
Zakiyah memaparkan, dari total 25 penerima santunan, sebanyak 15 orang merupakan yatim piatu, lima dhuafa, dan lima orang penyandang disabilitas. Masing-masing penerima mendapatkan santunan berupa uang, paket sembako, sepatu, serta nasi boks lengkap dengan air mineral.
"Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi wujud kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap kelompok yang membutuhkan," tandasnya.