Selasa, 18 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 50
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta kembali mendukung penyelenggaraan Jakarta Beat Society (JBS) ke-3 yang akan berlangsung di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 22-23 Agustus 2026.
"Festival paling berkesan di Asia"
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekraf DKI Jakarta, Puji Hastuti, mengatakan, mengusung konsep showcase dan festival musik internasional, JBS 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga mempertemukan pelaku industri musik Indonesia dengan jejaring industri musik global.
Menurutnya, musik memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian, memperkenalkan kekayaan budaya, serta membuka lapangan kerja baru dari hulu hingga hilir.
"Melalui skema creative finance, Pemprov DKI terus menggali potensi subsektor ekonomi kreatif, termasuk musik. Kehadiran tamu, delegasi, hingga buyer mancanegara di JBS tidak hanya berdampak positif pada ekonomi kreatif, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jakarta," ujarnya, Selasa (18/8).
Puji menjelaskan, penyelenggaraan JBS memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan unggulan Jakarta. Konsistensi penyelenggaraan festival dinilai dapat memperkuat daya tarik Jakarta sebagai kota yang memiliki ekosistem musik dan ekonomi kreatif yang berkembang.
"Semoga Jakarta Beat Society dapat terus difasilitasi setiap tahun sehingga menjadi agenda yang dinantikan masyarakat maupun wisatawan," terangnya.
Puji menuturkan, penyelenggaraan JBS dapat menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai kegiatan yang akan berlangsung di Jakarta pada 2027, termasuk rangkaian acara lima abad Jakarta.
"Setiap entitas yang memiliki kegiatan dan ingin bergabung dalam rangkaian acara lima abad Jakarta nantinya sangat terbuka lebar. Kepada semuanya, saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan inisiasinya dalam menyelenggarakan Jakarta Beat Society di Jakarta," ungkapnya.
Sementara itu, Founder sekaligus Director Jakarta Beat Society, Franki Raden memaparkan, JBS merupakan salah satu acara musik internasional di Asia yang menggabungkan konsep showcase dan festival.
Pada penyelenggaraan tahun ketiga, JBS memperluas cakupan genre musik, wilayah, hingga latar belakang profesional para peserta. Festival ini juga menghadirkan jaringan industri musik dari berbagai negara.
"JBS 2026 akan menjadi ajang pertunjukan sekaligus festival paling berkesan di Asia. Kami mengumpulkan pemangku kepentingan industri musik lokal dari seluruh Indonesia serta menghadirkan media musik terkemuka dari Australia, Eropa, dan Amerika Utara," imbuhnya.
Selama dua hari penyelenggaraan, lanjut Farnki, JBS 2026 menghadirkan lima program utama, yaitu pertunjukan utama, pertunjukan showcase, konferensi musik, pertemuan bisnis, dan pameran kerajinan.
Sejumlah musisi dan grup ternama dipastikan tampil di panggung utama JBS ke-3. Mereka di antaranya Iwa K, Bottlesmoker, Batavia Collective, Orkestra Nasional Indonesia, Satya Cipta, Jordy Waelauruw, Jegog SuarAgung dari Bali, Cecil Yang, Major 9, hingga Noizekilla.
"JBS 2026 juga memfasilitasi 40 band nasional dan internasional untuk bertemu secara langsung dengan delegasi industri musik dunia. Para delegasi tersebut berasal dari sejumlah kota global, seperti New York, London, Roma, Kopenhagen, Paris, Tokyo, Seoul, Beijing, hingga Taipei," urainya.
Franki menuturkan, kehadiran jejaring industri musik internasional tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses dan peluang bagi pelaku musik Indonesia untuk masuk ke pasar global.
Ia mengajak masyarakat dan wisatawan memanfaatkan penyelenggaraan JBS 2026 untuk menikmati berbagai pertunjukan sekaligus mengeksplorasi kawasan sekitar M Bloc Space.
“Tempat kami, M Bloc Space adalah pusat musik baru terpopuler di Jakarta Selatan, jantung musik live yang dikelilingi kafe, galeri seni, hotel, dan restoran. Pastikan anda dapat mengatur waktu dengan baik untuk mengunjungi Jakarta Beat Society nanti," tandasnya.