Minggu, 16 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 145
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengoptimalkan upaya pencegahan genangan maupun banjir, salah satunya dengan melakukan pengerukan Kali Pesanggrahan segmen TPU Tanah Kusir hingga Kompleks IKPN, Kecamatan Pesanggrahan.
"Melakukan pengerukan"
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim penghujan sekaligus mengantisipasi banjir dan genangan di wilayah rawan.
"Sejak pekan lalu, kami sudah menginstruksikan para camat dan lurah untuk terus melakukan pemantauan lokasi-lokasi yang rawan banjir. Mereka segera harus bertindak cepat berkoordinasi untuk melakukan pengerukan atau pengurasan saluran air," ujarnya, Minggu (16/8).
Syafrin menjelaskan, akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk memastikan kegiatan pembersihan kali, sungai, dan saluran mikro berjalan secara konsisten selama musim kemarau.
"Mudah-mudahan dengan upaya kita mengeruk saluran air dari hulu hingga ke hilir, maka Jakarta Selatan nantinya saat musim hujan akan terbebas dari banjir atau genangan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo menambahkan, pengerukan Kali Pesanggrahan ke arah hilir dilakukan sepanjang 1,4 kilometer. Jalur pengerukan tersebut salah satunya melintasi kawasan TPU Tanah Kusir dan Kompleks IKPN.
"Ada kawasan Kompleks IKPN, RW 04 yang selama ini dikenal sering mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah. Untuk itu, kita keruk juga kali yang melintasi wilayah ini," ungkapnya.
Menurutnya, pengerukan sudah dimulai sejak April 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2027. Total volume pengerukan yang ditargetkan mencapai 60.000 meter kubik.
"Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman enam meter dari permukaan tanah untuk mengangkat sedimen lumpur serta sampah rumah tangga yang mengendap," bebernya.
Santo memaparkan, untuk mendukung pekerjaan tersebut, sebanyak lima unit alat berat dan 10 unit truk pengangkut dikerahkan. Empat alat berat digunakan untuk mengeruk aliran sungai, sedangkan satu unit disiagakan di lokasi penampungan sementara di kawasan Tanah Kusir atau area pemakaman terdekat.
Ia menuturkan, penanganan juga diperkuat melalui koordinasi lintas wilayah perbatasan, termasuk dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat.
"Kita optimalkan penanganan titik rawan untuk memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan," tandasnya.