Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Inovasi GKM Mentari

Jumat, 14 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 935

IMG 20260814 WA0046

(Foto: Istimewa)

Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menghadirkan inovasi Gugus Kendali Mutu Monitoring, Edukasi, dan Skrining Tumbuh Kembang Anak Terintegrasi (GKM Mentari) untuk memperkuat deteksi dini dan penanganan gangguan bicara dan bahasa pada anak.

"Paparan gawai sejak usia dini"

Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Endang Sri Wahyuningsih mengatakan, inovasi tersebut dikembangkan sebagai pendekatan terpadu untuk menjawab persoalan gangguan bicara dan bahasa sekaligus meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang anak.

"Gangguan bicara dan bahasa merupakan salah satu permasalahan perkembangan anak yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini," ujarnya, Jumat (14/8).

Endang menjelaskan, gangguan bicara dan bahasa dapat berdampak pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial, hingga proses perkembangan anak selanjutnya. 

"Salah satu faktor risiko yang menjadi perhatian adalah tingginya paparan gawai sejak usia dini, terutama sebelum anak berusia dua tahun," terangnya.

Menurutnya, berdasarkan survei terhadap 517 Balita, sebanyak 83 persen anak diketahui sudah mendapatkan paparan gawai sejak berusia kurang dari dua tahun.

Kemudian, hasil skrining Stimulasi, Deteksi Dini, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) terhadap 75 anak di Kelurahan Pondok Bambu mendapati 16 anak mengalami gangguan bicara dan bahasa yang membutuhkan intervensi.

"Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berfokus pada skrining, tetapi juga dilanjutkan dengan stimulasi, edukasi, pendampingan keluarga, serta pemantauan secara berkelanjutan," ungkapnya.

Endang memaparkan, GKM Mentari kemudian mengintegrasikan enam komponen pendukung layanan yang dirancang untuk mendampingi anak dan keluarga secara menyeluruh. 

"Pendekatan tersebut menempatkan keluarga bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai bagian aktif dalam proses stimulasi dan pemantauan perkembangan anak," bebernya.

Ia menuturkan, implementasi GKM Mentari menunjukkan hasil positif. Berdasarkan evaluasi, jumlah anak dengan hasil skrining SDIDTK kategori meragukan menurun dari 16 anak menjadi tiga anak setelah mendapatkan stimulasi secara terstruktur.

"Perubahan juga terlihat pada perilaku orang tua. Kepatuhan dalam penggunaan gawai sesuai usia meningkat dari dua menjadi 14 orang," imbuhnya.

Tidak hanya itu, lanjut Endang, pendampingan orang tua ketika anak menggunakan media digital meningkat dari lima menjadi 16 orang, sedangkan interaksi bermain aktif bersama keluarga meningkat dari sembilan menjadi 16 orang.

Inovasi tersebut turut membuka ruang kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor dalam mendukung tumbuh kembang anak. Tenaga kesehatan, keluarga, institusi pendidikan, serta mitra terkait dapat berkontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing.

"Kolaborasi ini penting agar proses deteksi dini tidak berhenti pada skrining, tetapi dilanjutkan dengan intervensi, edukasi, pemantauan, dan evaluasi secara berkesinambungan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260803 WA0151

Puskesmas Pekayon Gelar CKG di RPTRA Kacapiring

Senin, 03 Agustus 2026 692

IMG 20260731 WA0093

Puskesmas Pulau Panggang Tangani Warga Terduga TB

Jumat, 31 Juli 2026 468

IMG 20260718 WA0005

Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Buka Layanan CKG di Pusat Perbelanjaan

Sabtu, 18 Juli 2026 1059

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2496

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 3023

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3930

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1169

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1263

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks