Rabu, 12 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 119
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menjadikan Pulau Bidadari di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan sebagai lokasi percontohan penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Proses pemilahan yang ketat"
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kepulauan Seribu bersama pihak swasta dalam mewujudkan konsep Pulau Zero Sampah di wilayah DKI Jakarta.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, Pulau Bidadari dipilih sebagai resor percontohan pengelolaan sampah kawasan karena berada di Kelurahan Pulau Untung Jawa yang juga menjadi lokasi percontohan pemilahan sampah dari hulu hingga hilir.
"Strategi yang diterapkan bukan lagi sekadar mengumpulkan dan mengangkut sampah, melainkan melalui proses pemilahan yang ketat dari sumbernya," ujarnya, Rabu (12/8).
Fadjar menjelaskan, sampah organik yang dihasilkan diolah menjadi pupuk organik cair (POC), sedangkan sampah plastik diproses menjadi biji plastik atau disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.
Menurutnya, Pulau Bidadari ke depan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga dapat menjadi laboratorium edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
"Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana sebuah resor pulau mampu mengelola limbahnya secara berkelanjutan dan mandiri," terangnya.
Menurutnya, dalam pelaksanaannya PT Sea Breeze Indonesia selaku pengelola Pulau Bidadari bersinergi dengan komunitas Indonesia Menuju Hijau untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi menambahkan, tantangan pengelolaan sampah di Pulau Bidadari tidak hanya berasal dari aktivitas pariwisata, tetapi juga sampah kiriman.
"Selama tiga bulan, total sampah kiriman di kawasan tersebut bisa mencapai 900 ton," ungkapnya.
Ia menuturkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, Sudin LH Kepulauan Seribu bekerja sama dengan komunitas Mas Jos (Jagonya Olah Sampah) menghadirkan fasilitas pengolahan sampah secara mandiri.
Sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis dihancurkan menggunakan mesin untuk mengurangi volume limbah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Program yang telah berjalan selama dua minggu ini diharapkan menjadi pemantik bagi pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, baik pulau permukiman maupun resor," tandasnya.