Pulau Bidadari Percontohan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah

Rabu, 12 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 467

Pulau Bidadari Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Kawasan

(Foto: Anita Karyati)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menjadikan Pulau Bidadari di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan sebagai lokasi percontohan penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Proses pemilahan yang ketat"

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kepulauan Seribu bersama pihak swasta dalam mewujudkan konsep Pulau Zero Sampah di wilayah DKI Jakarta.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, Pulau Bidadari dipilih sebagai resor percontohan pengelolaan sampah kawasan karena berada di Kelurahan Pulau Untung Jawa yang juga menjadi lokasi percontohan pemilahan sampah dari hulu hingga hilir.

"Strategi yang diterapkan bukan lagi sekadar mengumpulkan dan mengangkut sampah, melainkan melalui proses pemilahan yang ketat dari sumbernya," ujarnya, Rabu (12/8).

Fadjar menjelaskan, sampah organik yang dihasilkan diolah menjadi pupuk organik cair (POC), sedangkan sampah plastik diproses menjadi biji plastik atau disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

Menurutnya, Pulau Bidadari ke depan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga dapat menjadi laboratorium edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

"Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana sebuah resor pulau mampu mengelola limbahnya secara berkelanjutan dan mandiri," terangnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaannya PT Sea Breeze Indonesia selaku pengelola Pulau Bidadari bersinergi dengan komunitas Indonesia Menuju Hijau untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi menambahkan, tantangan pengelolaan sampah di Pulau Bidadari tidak hanya berasal dari aktivitas pariwisata, tetapi juga sampah kiriman.

"Selama tiga bulan, total sampah kiriman di kawasan tersebut bisa mencapai 900 ton," ungkapnya.

Ia menuturkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, Sudin LH Kepulauan Seribu bekerja sama dengan komunitas Mas Jos (Jagonya Olah Sampah) menghadirkan fasilitas pengolahan sampah secara mandiri.

Sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis dihancurkan menggunakan mesin untuk mengurangi volume limbah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Program yang telah berjalan selama dua minggu ini diharapkan menjadi pemantik bagi pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, baik pulau permukiman maupun resor," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260810 WA0091

Warga Lansia di Paseban Olah Sampah Bungkus Sachet Jadi Produk Bernilai Eknomi

Senin, 10 Agustus 2026 460

Gubernur pramono Creativity Day for Teacher 2026 rezap2

Pramono Minta Guru PAUD Tanamkan Kebiasaan Pilah Sampah Sejak Dini

Kamis, 06 Agustus 2026 857

Kampung Proklim Lestari Tambora pilah sampah bilal

Pramono Sebut Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Capai 23,14 Persen

Senin, 10 Agustus 2026 872

BERITA POPULER
Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1550

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 1016

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1026

895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1499

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1496

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks