Senin, 10 Agustus 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 196
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, perkembangan operasional fasilitas pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Menurutnya, fasilitas tersebut menunjukan kemajuan yang signifikan, terutama terkait penurunan bau yang ditimbulkan saat fasilitas tersebut beroperasi.
"ketiga sedang dalam persiapan,"
"Tapi sekarang, praktis hampir tidak pernah ada protes tentang bau dan juga komplain tentang kenaikan emisinya," ujar Pramono di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8).
Fasilitas RDF Plant Rorotan ini dirancang memiliki kapasitas antara 2.200 hingga 2.400 ton per hari. Peningkatan kapasitas pengolahan sampah ini akan dilakukan secara bertahap.
Saat ini, fasilitas tersebut telah beroperasi dengan kapasitas 800 ton per hari.
"Produksinya sendiri dari tiga line, yang sudah beroperasi penuh satu line, yaitu 800 ton per hari. Dan line kedua, ketiga sedang dalam persiapan," katanya.
Pramono menjelaskan, optimalisasi operasional RDF Plant Rorotan ini bergantung pada kelancaran transportasi pengangkut sampah. Jika sampah yang tersedia bisa mencapai 2.000 ton per hari, maka seluruh lini pengolahan akan dioperasikan bersama.
"Kalau masih 1.000 pengiriman sampahnya, maka satu line, sekarang line yang satu ini rata-rata 800, kami akan gunakan line yang kedua untuk produksi antara 200-400 ton," lanjutnya.
Pramono menyampaikan, pengangkutan sampah menggunakan truk compactor tertutup sehingga air lindi tidak menyebabkan bau di lingkungan sekitar.
Selain itu, ia juga telah menginstruksikan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta agar membangun jalan khusus truk compactor pengangkut sampah dari TPS 3R menuju RDF Plant Rorotan.