Jumat, 07 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 172
(Foto: Anita Karyati)
Warga RW 07 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapat pelatihan urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat RW ini diinisiasi kelurahan bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara dan Universitas Indonesia (UI), Jumat (7/8).
Agar mampu mengelola lingkungan secara mandiri
Lurah Tanjung Priok, Febrio Eka Putra, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola lingkungan secara produktif.
Febrio mengungkapkan, pelatihan bertema 'Membangun Sustainable Area melalui Community Garden Farming dengan Pendekatan Sirkular Ketahanan Pangan dan Waste-to-Energy' ini juga membekali warga dengan pemanfaatan sampah menjadi energi sebagai bagian dari pengembangan kawasan yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini mengedukasi warga agar mampu mengelola lingkungan secara mandiri sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Febrio menilai warga RW 07 telah berhasil mengembangkan urban farming meski berada di kawasan permukiman padat. Area rooftop Kantor Sekretariat RW dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam yang kini menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buah untuk kebutuhan warga.
“Semoga ini menjadi role model bagi wilayah lain dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang hijau, mandiri, dan berkelanjutan,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan Universitas Indonesia, Palupi Lindiasari Samputra menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menerapkan hasil riset dan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga melibatkan praktisi pertanian dari Jepang yang berbagi pengalaman mengenai teknik pertanian modern di lahan terbatas.
“Pendekatan sirkular ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pengelolaan limbah menjadi energi yang bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.