IPAL Krukut Jadi Prototipe Konsep Green Building

Jumat, 07 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 258

Green Building di IPAL Krukut Diterapkan pada Bangunan Hingga Proses Pengolahan Limbah

(Foto: Istimewa)

Perumda PAL Jaya menjadikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Krukut sebagai prototipe penerapan konsep green building yang akan dikembangkan pada fasilitas pengolahan air limbah lainnya.

Penerapan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai Bangunan Gedung Hijau yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 dan diperbarui melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 60 Tahun 2022.

"direklaim kembali agar bisa dimanfaatkan,"

Direktur Utama Perumda PAL Jaya, Untung Suryadi mengatakan, konsep green building di IPAL Krukut telah dirancang sejak tahap pembangunan pada 2021. Menurutnya, proses pembangunan berlangsung ketika regulasi mengenai Bangunan Gedung Hijau terus berkembang sehingga menjadi salah satu acuan dalam perancangan fasilitas tersebut.

“Saat itu memang dalam proses pembangunan seiring perubahan Pergub tentang Bangunan Gedung Hijau dari Pergub DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 menjadi Pergub DKI Jakarta Nomor 60 Tahun 2022. Jadi pada saat itu memang arahannya adalah ke gedung hijau,” ujar Untung, Jumat (7/8).

Ia menyampaikan, budaya penggunaan kembali sumber daya atau reuse juga menjadi bagian dari penerapan green building di lingkungan perusahaan.

IPAL Krukut dibangun untuk mengolah air limbah dari gedung perkantoran di kawasan Gatot Subroto, Sudirman, Asia Afrika. Namun, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai instalasi pengolahan air limbah, melainkan juga mengusung konsep water reclamation plant atau pemanfaatan kembali air hasil olahan sehingga mendukung prinsip keberlanjutan.

“Konsep gedung hijau itu menyeluruh ke seluruh proses. Kami sebenarnya menyebutnya water reclamation plant, karena air hasil olahan itu direklaim kembali agar bisa dimanfaatkan,” katanya.

Untung menjelaskan, penerapan green building di IPAL Krukut juga diwujudkan melalui desain bangunan yang compact sehingga tetap optimal di atas lahan yang terbatas. PAL Jaya menanam berbagai jenis vegetasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, seperti sirih gading, philodendron, peperomia, lili paris, tanaman paku, dracaena, dan tanaman hias lainnya yang berfungsi membantu mengurangi bau dari proses pengolahan air limbah, sekaligus memperkuat unsur hijau di kawasan instalasi.

Selain pada desain bangunan, konsep green building juga diterapkan dalam proses operasional. Air hasil olahan dimanfaatkan kembali untuk penyiraman taman dan kebutuhan perusahaan konstruksi pada batching plant.

Sedangkan lumpur hasil pengolahan dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Sisanya dibawa ke fasilitas pengolahan lumpur PAL Jaya di Pulogebang untuk dimanfaatkan sebagai media tanam.

“Air hasil olahannya dipergunakan, lumpurnya dipergunakan, kawasan instalasinya menjadi hijau, dan tanaman-tanaman itu juga membantu mengurangi bau sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Untung mengatakan, PAL Jaya juga menerapkan efisiensi energi melalui penggunaan variable speed drive pada sistem perpompaan sehingga konsumsi listrik dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Ke depan, konsep green building di IPAL Krukut akan menjadi acuan bagi pembangunan maupun pengembangan instalasi pengolahan air limbah lainnya milik PAL Jaya, termasuk IPAL TB Simatupang, IPAL Setiabudi, serta sejumlah fasilitas yang telah beroperasi. Penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi konstruksi dan lahan di masing-masing lokasi.

“Semaksimal mungkin dalam kondisi konstruksi maupun lahan yang ada, kami akan menuju ke sana. Terhadap bangunan-bangunan kami yang sudah ada pun akan kami coba redesain agar semakin mengarah pada konsep green building,” ucapnya.

Ia menambahkan, PAL Jaya juga tengah mengembangkan konsep water cycle management bersama PAM Jaya di kawasan TB Simatupang.

Untung menjelaskan, air bersih yang diproduksi dan didistribusikan PAM Jaya ke gedung-gedung akan dikumpulkan kembali setelah menjadi air limbah untuk diolah PAL Jaya hingga memenuhi baku mutu.

“Selanjutnya, air hasil olahan ditampung di reservoir dan diharapkan dapat dimanfaatkan kembali oleh PAM Jaya sebagai tambahan sumber air baku, sehingga menciptakan siklus pengelolaan air yang lebih berkelanjutan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Paljaya   PT KAI Teken Nota Kesepahaman

Paljaya-PT KAI Teken Nota Kesepahaman Pengelolaan Air Limbah

Selasa, 24 Februari 2026 876

Transformasi PAL Jaya Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Air Jakarta

Transformasi PAL Jaya Kunci Perkuat Ketahanan Air Jakarta

Senin, 27 Juli 2026 703

IPAL Komunal, Implementasi, Perda, Pengelolaan, Air Limbah

Khoirudin Dorong Perda Pengelolaan Air Limbah Segera Diimplementasikan

Sabtu, 11 Januari 2025 3388

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 473

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1012

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 859

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 850

Pokdakan dan Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan Budidaya Ramah Lingkungan

Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

Selasa, 04 Agustus 2026 732

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks