Transformasi PAL Jaya Kunci Perkuat Ketahanan Air Jakarta

Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 159

Transformasi PAL Jaya Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Air Jakarta

(Foto: Istimewa)

Transformasi Perumda PAL Jaya dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan air Jakarta di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih, dampak perubahan iklim, serta menurunnya kualitas dan ketersediaan sumber daya air.

Pemerhati Kebijakan Kota Jakarta, Zulfikar Marikar mengatakan, penyediaan air bersih tidak cukup hanya mengandalkan penambahan pasokan air baku. Menurutnya, Jakarta perlu menerapkan pengelolaan air menyeluruh, mulai dari pengambilan, pemanfaatan, pengolahan, hingga penggunaan kembali melalui air daur ulang atau recycled water.

"kemampuan mengelola setiap tetes air,"

"Ketahanan air Jakarta tidak cukup dibangun melalui penambahan pasokan air bersih semata. Kota ini memerlukan paradigma baru yang memandang air sebagai sumber daya yang harus dikelola dalam satu siklus utuh," ujar Zulfikar, Senin (27/7).

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta bersama PAM JAYA yang terus memperluas layanan air perpipaan. Saat ini, lanjut Zulfikar, cakupan layanan telah mencapai sekira 82 persen dan ditargetkan rampung 100 persen pada 2029 melalui pembangunan jaringan perpipaan sepanjang sekitar 13.200 kilometer.

Meski demikian, Zulfikar menilai, Jakarta masih menghadapi tantangan besar lantaran pasokan air baku masih bergantung pada wilayah di luar ibu kota. Di sisi lain, eksploitasi air tanah selama puluhan tahun telah memicu penurunan muka tanah di sejumlah kawasan hingga sekitar 12 sentimeter per tahun.

Dikatakan Zulfikar, pemanfaatan air limbah yang diolah menjadi air daur ulang merupakan solusi yang telah diterapkan di berbagai negara seperti Singapura, Australia, Jepang, hingga California di Amerika Serikat. Air hasil olahan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, penyiraman ruang terbuka hijau, sistem pendingin gedung, pembilasan toilet, dan berbagai kebutuhan nonkonsumsi lainnya.

Zulfikar menjelaskan, Jakarta sebenarnya telah memiliki modal awal untuk mengembangkan sistem serupa melalui infrastruktur pengolahan air limbah yang mampu menghasilkan air olahan untuk berbagai kebutuhan nonpotabel.

"Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep circular economy yang menempatkan pemanfaatan kembali sumber daya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Selain mengurangi tekanan terhadap sumber air baku, penggunaan air daur ulang juga mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan standar green building yang kini menjadi tuntutan dunia usaha," katanya.

Dalam konteks tersebut, Perumda PAL Jaya dinilai memiliki peran strategis sebagai operator pengelolaan air limbah domestik. Meski cakupan layanan perpipaan air limbah baru sekira 20 persen, instalasi yang telah beroperasi mampu memproduksi sekitar 9.720 meter kubik air daur ulang per hari.

Menurut Zulfikar, jika dimanfaatkan secara optimal, produksi tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp16 miliar per tahun. Selain itu, penggunaan air daur ulang juga dapat mengurangi eksploitasi air tanah, meningkatkan efisiensi penggunaan air bersih, menekan biaya penyediaan air dalam jangka panjang, serta mendukung penerapan standar ESG dan bangunan hijau.

Untuk mempercepat pengembangannya, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta menyusun regulasi yang mewajibkan pemanfaatan air daur ulang pada gedung komersial baru, kawasan industri, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, apartemen, dan kawasan terpadu untuk seluruh kebutuhan nonpotabel.

Ia juga mengusulkan pemberian berbagai insentif seperti pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pengurangan Pajak Air Tanah, dan kemudahan perizinan bagi bangunan yang memanfaatkan air daur ulang.

Selain itu, rencana perubahan status Perumda PAL Jaya menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam memperoleh pendanaan, menjalin kemitraan dengan sektor swasta, serta mempercepat investasi pengembangan jaringan distribusi air daur ulang.

"Ketika air limbah diperlakukan sebagai aset strategis, Jakarta bukan hanya membangun sistem penyediaan air yang lebih andal, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan," ucapnya.

Zulfikar menambahkan, kolaborasi antar-BUMD juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan air Jakarta. Integrasi pembangunan jaringan air bersih, jaringan air limbah, dan jaringan distribusi air daur ulang dalam setiap proyek pembangunan jalan maupun transportasi publik dapat meningkatkan efisiensi biaya konstruksi sekaligus mempercepat penyediaan layanan.

Sementara itu, pendekatan terpadu tersebut telah diterapkan di berbagai kota maju yang berhasil membangun sistem pengelolaan air secara berkelanjutan.

"Pada akhirnya, masa depan ketahanan air Jakarta tidak lagi ditentukan oleh kemampuan mencari sumber air baru yang semakin jauh dari kota. Masa depan itu ditentukan oleh kemampuan mengelola setiap tetes air secara lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Air yang telah digunakan tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari siklus, melainkan sebagai awal dari sumber daya baru yang dapat dimanfaatkan kembali," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya

Komisi C Dukung PAL Jaya Miliki Fasilitas Pengolahan Limbah B3

Rabu, 29 Oktober 2025 764

IMG 20260512 WA0168

DPRD Kaji Aturan Pengelolaan Air Mandiri di Kawasan Industri

Rabu, 13 Mei 2026 455

IPAL Komunal, Implementasi, Perda, Pengelolaan, Air Limbah

Khoirudin Dorong Perda Pengelolaan Air Limbah Segera Diimplementasikan

Sabtu, 11 Januari 2025 3349

BERITA POPULER
Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 1697

Peresmian Open Top Tour Of Batavia otoy

Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

Kamis, 23 Juli 2026 1330

IMG 20260727 WA0051

Hadapi Disrupsi Digital, KPID Dorong Literasi Media Lewat Televisi dan Radio

Senin, 27 Juli 2026 427

HBKB di Jaktim Diwarnai dengan Kampanye Pilah Sampah

Kampanye Pilah Sampah Meriahkan HBKB di Jaktim

Minggu, 26 Juli 2026 579

IMG 20260727 WA0022

Kebakaran Dua Lokasi di Jaktim Berhasil Dipadamkan

Senin, 27 Juli 2026 449

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks