Selasa, 24 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 173
(Foto: Istimewa)
Perumda Paljaya melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tentang Penjajakan Kerja Sama Layanan Pengelolaan Air Limbah pada stasiun, aset, dan infrastruktur yang dimiliki serta dikelola PT KAI, Selasa (24/2).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Paljaya, Untung Suryadi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin bertempat di Kantor KAI JRC (Jakarta Railway Centre) Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat.
"menjaga kualitas lingkungan,"
Ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi, pengembangan dan pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penyedotan serta pengolahan lumpur tinja atau lumpur hasil olahan IPAL secara terjadwal, penyediaan sarana dan prasarana IPAL, pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta evaluasi atas sistem pengelolaan air limbah domestik dan limbah B3 yang telah diterapkan (existing).
Direktur Utama Paljaya, Untung Suryadi mengatakan, Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal sinergi antara Paljaya dan PT KAI dalam mewujudkan pengelolaan air limbah yang lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan di lingkungan perkeretaapian.
“Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di area stasiun maupun aset operasional lainnya,” ujar Untung.
Untung menilai, sebagai BUMD yang bergerak di bidang pengelolaan air limbah domestik, Paljaya memiliki pengalaman dan kompetensi dalam memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Melalui kolaborasi ini, Paljaya akan mendukung PT KAI dalam memperkuat sistem sanitasi di berbagai fasilitas publik yang dikelolanya,” katanya.
Ia menjelaskan, Paljaya telah melaksanakan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) di bidang sanitasi sepanjang 2025 di antaranya, kolaborasi CSR bersama PT Sucofindo di Pancoran, kolaborasi CSR bersama PT PLN di Semper Barat, dan terbaru bersama PAM Jaya melaksanakan Revitalisasi MCK di Kelurahan Manggarai.
“Paljaya juga mengajak PT KAI untuk ikut serta dalam program CSR di bidang sanitasi sebagai wujud kontribusi nyata bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Untung menambahkan, dengan adanya Nota Kesepahaman ini, Paljaya dan PT KAI sepakat untuk melanjutkan pembahasan teknis dan kajian lebih lanjut sebagai dasar penyusunan perjanjian kerja sama yang lebih rinci di tahap berikutnya.
”Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan air limbah yang terintegrasi di sektor transportasi, sekaligus memperkuat peran kedua institusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan,” tandasnya.