Jumat, 07 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 130
(Foto: Anita Karyati)
Selama periode Januari hingga Juli 2026, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Utara telah menoping 5.157 pohon rawan tumbang yang tersebar di enam kecamatan.
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Utara, Reina Camelia,mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
Memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat
Reina merinci, dari total 5.157 pohon yang ditangani, 689 pohon menjalani toping ringan, 3.812 pohon toping sedang dan 370 ditoping berat.
“Kami juga lakukan penebangan 173 pohon yang kondisinya sudah mati atau keropos, serta menangani 20 pohon sempal,” ujarnya, Jumat (7/8).
Ia menjelaskan, selama tujuh bulan terakhir pihaknya juga menangani 93 pohon tumbang akibat terpaan angin kencang maupun tingginya intensitas hujan.
Menurut Reina, kegiatan pemangkasan tidak hanya dilakukan berdasarkan hasil pemantauan rutin petugas di lapangan, tetapi juga sebagai tindak lanjut laporan masyarakat.
“Dalam periode yang sama, kami telah menangani 854 pohon berdasarkan aduan warga melalui aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM),” tuturnya.
Reina menambahkan, personel Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kecamatan maupun Sudin Tamhut setiap hari melakukan pengawasan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan.
Sasaran pengawasan meliputi pohon di jalan arteri, jalan protokol, taman, hingga kawasan permukiman yang memiliki dahan rimbun atau menjuntai ke badan jalan.
“Jenis pohon yang dipangkas cukup beragam, di antaranya Trembesi, Sawo Kecik, Mahoni, Angsana, Asem Kranji, Glodokan, Flamboyan, Tabebuya, hingga pohon Tanjung,” bebernya.
Reina berharap, perawatan pohon secara rutin dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat pohon tumbang di wilayahnya.
“Kami berharap upaya ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama para pengendara yang melintas saat cuaca ekstrem,” tandasnya.