Ini Rekomendasi Komisi A di KUA-PPAS APBD 2027

Rabu, 05 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 513

Ini Rekomendasi Komisi A di KUA PPAS APBD 2027

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi A DPRD DKI Jakarta menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua menilai, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses dewan masih belum terserap optimal dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Bappeda perkuat sinkronisasi,"

Komisi A, lanjut Inggrad, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memperkuat sinkronisasi antara hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan hasil reses anggota parlemen Kebon Sirih.

"Kami merekomendasikan penambahan anggaran untuk pelaksanaan reses ketiga anggota DPRD agar aspirasi masyarakat dapat terserap secara maksimal," ujar Inggard, Rabu (5/8).

Komisi A juga mendorong Pemprov DKI mengalokasikan anggaran untuk pengadaan lahan pembangunan Balai Warga dan Sekretariat RW di kawasan padat penduduk. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pemerataan fasilitas bagi warga yang tinggal di permukiman umum dan tidak memiliki fasilitas sosial dari pengembang.

Komisi A juga meminta pembangunan Kantor Kelurahan Kapuk Timur dan Kapuk Selatan diprioritaskan pada 2027. Usulan itu disampaikan mengingat Kelurahan Kapuk saat ini melayani lebih dari 174 ribu penduduk sehingga membutuhkan peningkatan pelayanan publik.

Di bidang kebencanaan, Komisi A merekomendasikan pengadaan armada pemadam kebakaran yang mampu menyedot air langsung dari kali, waduk, maupun setu. Dikatakan Inggard, usulan tersebut penting lantaran banyak hidran yang tidak berfungsi optimal atau memiliki tekanan air yang rendah.

"Hal ini krusial karena jaringan hidran kota banyak yang rusak atau tekanan airnya tidak mencukupi," katanya.

Tak hanya itu, Komisi A juga meminta optimalisasi belanja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dan tenaga ahli melalui analisis beban kerja agar penggunaan anggaran lebih efektif dan efisien.

"Kami meminta peninjauan menyeluruh terhadap belanja PJLP dan tenaga ahli berdasarkan analisis beban kerja agar alokasi anggaran lebih efektif dan efisien," tandas Inggard.

BERITA TERKAIT
KUA PPAS APBD DKI 2027 Disepakati Rp82,8 Triliun

KUA-PPAS APBD DKI 2027 Disepakati Rp82,8 Triliun

Rabu, 05 Agustus 2026 983

Transbandara tj otoy

Penetapan Tarif Transbandara Blok M-Soekarno-Hatta Jaga Kualitas Layanan dan Daya Beli Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 768

IMG 20260730 WA0047

Pembahasan APBD 2027 Tekankan Optimalisasi Pendapatan Daerah Lewat Retribusi

Kamis, 30 Juli 2026 866

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3153

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1832

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 705

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1357

Dwi Rio Sambodo ketua pansus agraria ist

Pansus Reforma Agraria Matangkan Penyerahan Sertifikat Tanah Warga

Sabtu, 19 September 2026 601

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks