Ini Rekomendasi Komisi A di KUA-PPAS APBD 2027

Rabu, 05 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 138

Ini Rekomendasi Komisi A di KUA PPAS APBD 2027

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi A DPRD DKI Jakarta menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua menilai, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses dewan masih belum terserap optimal dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Bappeda perkuat sinkronisasi,"

Komisi A, lanjut Inggrad, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memperkuat sinkronisasi antara hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan hasil reses anggota parlemen Kebon Sirih.

"Kami merekomendasikan penambahan anggaran untuk pelaksanaan reses ketiga anggota DPRD agar aspirasi masyarakat dapat terserap secara maksimal," ujar Inggard, Rabu (5/8).

Komisi A juga mendorong Pemprov DKI mengalokasikan anggaran untuk pengadaan lahan pembangunan Balai Warga dan Sekretariat RW di kawasan padat penduduk. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pemerataan fasilitas bagi warga yang tinggal di permukiman umum dan tidak memiliki fasilitas sosial dari pengembang.

Komisi A juga meminta pembangunan Kantor Kelurahan Kapuk Timur dan Kapuk Selatan diprioritaskan pada 2027. Usulan itu disampaikan mengingat Kelurahan Kapuk saat ini melayani lebih dari 174 ribu penduduk sehingga membutuhkan peningkatan pelayanan publik.

Di bidang kebencanaan, Komisi A merekomendasikan pengadaan armada pemadam kebakaran yang mampu menyedot air langsung dari kali, waduk, maupun setu. Dikatakan Inggard, usulan tersebut penting lantaran banyak hidran yang tidak berfungsi optimal atau memiliki tekanan air yang rendah.

"Hal ini krusial karena jaringan hidran kota banyak yang rusak atau tekanan airnya tidak mencukupi," katanya.

Tak hanya itu, Komisi A juga meminta optimalisasi belanja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dan tenaga ahli melalui analisis beban kerja agar penggunaan anggaran lebih efektif dan efisien.

"Kami meminta peninjauan menyeluruh terhadap belanja PJLP dan tenaga ahli berdasarkan analisis beban kerja agar alokasi anggaran lebih efektif dan efisien," tandas Inggard.

BERITA TERKAIT
KUA PPAS APBD DKI 2027 Disepakati Rp82,8 Triliun

KUA-PPAS APBD DKI 2027 Disepakati Rp82,8 Triliun

Rabu, 05 Agustus 2026 280

Transbandara tj otoy

Penetapan Tarif Transbandara Blok M-Soekarno-Hatta Jaga Kualitas Layanan dan Daya Beli Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 505

IMG 20260730 WA0047

Pembahasan APBD 2027 Tekankan Optimalisasi Pendapatan Daerah Lewat Retribusi

Kamis, 30 Juli 2026 649

BERITA POPULER
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3303

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 2029

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1589

Pramono kunjungan ciangir rezap

Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

Jumat, 31 Juli 2026 1384

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 735

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks