Rabu, 05 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 188
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sejak Januari hingga Juli 2026, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat ada 548 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Cengkareng.Jumlah ini merupakan yang terbanyak dari delapan kecamatan di Jakarta Barat.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna menjelaskan, total dari delapan kecamatan ada 1.538 kasus DBD selama Januari hingga Juli 2026.
Akan memperkuat upaya pemantauan berkala
Paling banyak kejadian di wilayah Kecamatan Cengkareng dengan 548 kasus. Diikuti Kecamatan Kalideres 361 kasus, lalu Kecamatan Kebon Jeruk 160 kasus, Kembangan 111 kasus dan Kecamatan Palmerah 107 kasus.
Lalu Kecamatan Grogol Petamburan ada 97 kasus, Tambora sebanyak 90 kasus dan terakhir Kecamatan Taman Sari dengan catatan 64 kasus.
"Kami akan memperkuat upaya pemantauan berkala terhadap angka insiden dan kecepatan penularannya di lapangan," kata Sahruna, Rabu (5/8).
Selain itu, lajut Sahruna, langkah intervensi cepat juga segera dilakukan melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta penguatan gerakan PSN 3M Plus.
Kemudian, promosi kesehatan mengenai bahaya DBD juga akan digencarkan sehingga masyarakat lebih awas. Dengan begitu, nantinya diharap mereka bergerak melakukan pemantauan jentik nyamuk secara mandiri dan berkala di rumah serta lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Faktor penting pengentasan kasus DBD adalah deteksi dini jentik nyamuk. Karena itu Kami berharap peran aktif masyarakat secara mandiri memantau jentik di rumah masing masing,” tandasnya.