Senin, 03 Agustus 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 192
(Foto: Folmer)
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, menggencarkan pelacakan kasus Tuberkolosis (TB) terintegrasi di 578 titik yang tersebar pada 44 kelurahan.
Kegiatan yang dikemas dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini, dilaksanakan mulai awal Agustus hingga Oktober 2026 dengan target 57.800 warga.
Melakukan penanganan medis secara cepat dan tepat
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengintrusikan seluruh jajaran kecamatan, kelurahan agar menggerakkan kader Dasawisma, RT, RW, Jumantik dan sebagainya untuk mendukung giat pelacakan TB terintegrasi ini agar target pemeriksaan tercapai secara maksimal.
"Saya meminta lurah bersama kader mendampingi tim Sudin Kesehatan saat melakukan pelacakan TB terintegrasi di lapangan," seru Arifin.
Ia optimis pendampingan bersama lurah, pengurus RT/RW beserta kader, semakin banyak warga Jakarta Pusat mendapat edukasi seputar penanganan kasus TB secara cepat dan tepat.
"Tim kesehatan juga bisa secara cepat dan tepat melakukan penanganan medis jika menemukan kasus TB," paparnya.
Sementara, Kasudin Kesehatan Jakarta Pusat, Ilmi Tri Indiarto, mengimbau warga tidak khawatir dan takut saat dilaksanakan pelacakan TB tertintegrasi.
"Penyakit TB dapat disembuhkan dengan mengikuti anjuran dokter, meminum obat secara rutin minimal selama enam bulan lamanya," ungkapnya, seraya menambahkan di setiap titik pemeriksaan, tim akan memeriksa kesehatan 100 warga.
"Kami juga akan melakukan investigasi dan pemeriksaan terkait kontak erat antara pasien TB dengan orang terdekat, untuk menemukan kasus serupa sehingga dapat segera dilakukan pengobatan," ucapnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta dari Januari hingga 31 Juli 2026 ditemukan 3.174 kasus TB yang tersebar di 44 kelurahan yang sudah menjalani pengobatan.