Jumat, 31 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 276
(Foto: Nugroho Sejati)
PT MRT Jakarta (Perseroda) memulai proses pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas usai dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Pedestrian deck merupakan prasarana penghubung bagi pejalan kaki pengguna transportasi umum antarmoda di kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit Dukuh Atas.
"memecah keramaian di Terowongan Kendal,"
Kawasan Dukuh Atas saat ini terbagi menjadi empat kuadran yang terbelah oleh dua infrastruktur utama, yaitu Sungai Ciliwung dan Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, beberapa stasiun dan halte transportasi umum di kawasan tersebut masih terpisah dan belum terkoneksi. Keberadaan Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menghubungkan kawasan tersebut secara optimal.
Ke depan, Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menghubungkan enam moda transportasi umum sekaligus, yaitu MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, Transjakarta, LRT Jabodebek, serta LRT Jakarta yang akan dibangun kemudian.
Memiliki diameter sekitar 100 meter dan tinggi sekitar 12 meter, Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menghemat travel time atau waktu perjalanan pengguna transportasi umum yang berpindah moda maupun pejalan kaki yang berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain.
Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan mengatakan, penghematan travel time mencapai dua hingga lima menit.
“Kalau dari titik antarmoda ini sebenarnya ada penghematan sekitar 2-3 menit. Yang paling signifikan adalah dari sisi Gedung Landmark mau ke Shangri-La, sekarang ini yang paling kacau karena harus dari bawah balik ke atas, (lalu) ke selatan, dan itu saya ingat bisa menghemat sekitar 4-5 menit,” ujar Agus, saat pemaparan di Kantor MRT Jakarta, Transport Hub Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).
Keberadaan pedestrian deck juga dinilai akan mengurangi kepadatan pejalan kaki yang selama ini terpusat di Terowongan Kendal.
TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi menambahkan, saat ini Terowongan Kendal menjadi akses utama yang menghubungkan empat kuadran kawasan Dukuh Atas. Keberadaan pedestrian deck diharapkan memberi alternatif jalur sehingga arus pejalan kaki tidak hanya terpusat di Terowongan Kendal.
“Kita harapkan pedestrian deck ini untuk memecah keramaian di Terowongan Kendal. Karena kan saat ini satu-satunya akses untuk mengakses ke empat kuadran itu terpusat di Terowongan Kendal," ujar Sagita.
Sebagai langkah antisipasi penumpukan pejalan kaki di atas deck, desain proyek juga telah memperhitungkan pelebaran jalur pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi orang berhenti menikmati pemandangan.
“Di deck bagian utara dan selatan yang menghadap jalan akan ada pelebaran area. Jadi misalnya di jalur utama itu sekitar empat sampai lima meter, area tersebut itu sekitar tujuh meter. Jadi orang yang melihat pemandangan tidak akan menghentikan (arus) atau jadi bottleneck,” ucap Sagita.
Saat ini, pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas mulai memasuki tahap tender dengan nilai investasi sekitar Rp361,7 miliar. Pembangunan pedestrian deck sepenuhnya dibiayai oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) tanpa menggunakan APBD DKI dengan skema pembiayaannya sekitar 50 persen menggunakan dana investasi perusahaan, sedangkan sisanya direncanakan berasal dari pinjaman (loan).
PT MRT Jakarta menargetkan pembangunan fisik Pedestrian Desck Dukuh Atas dimulai pada November tahun ini dan dapat dirampungkan pada tahun 2028.