Kamis, 30 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 188
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara, Kamis (30/7), menggelar pelatihan kewirausahaan industri rumahan komoditas makanan di RPTRA Sunter Jaya Berseri, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok. Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari Jakpreneur binaan Sudin PPAPP dan kader PKK setempat.
Menurut Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, olahan daging emiliki peluang usaha yang menjanjikan, karena bahan bakunya mudah diperoleh serta memiliki nilai jual tinggi apabila dikembangkan dengan kreativitas.
Terus berinovasi agar usahanya bisa berkembang
Pelatihan ini, kata Agung, bukan hanya mengajarkan cara membuat makanan yang lezat, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan.
"Peserta diharapkan mampu melihat peluang, berani memulai usaha, menjaga kualitas produk, hingga terus berinovasi agar usahanya bisa berkembang,” ujarnya.
Agung menjelaskan, menu yang diajarkan dalam pelatihan ini meliputi Mac N Cheese, Chiku Roll (Chikuro), dan Swedish Meatball.
Ia berharap, materi yang diberikan ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha dan menambah penghasilan keluarga.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara bergiliran di enam kecamatan. Sebelumnya sudah digelar di Kecamatan Cilincing dan Penjaringan. Bulan depan pelatihan akan dilaksanakan di Kecamatan Koja, Kelapa Gading, dan Pademangan,” bebernya.
Lurah Sunter Jaya, Lutfi Rachman berharap, para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang usaha.
“Jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usaha. Kami ingin pelaku UMKM di Jakarta Utara semakin maju dan mandiri,” tuturnya.
Salah seorang peserta, Fifi Fitriani (32), Jakpreneur asal Jalan Kampung Bahari, Tanjung Priok, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti demonstrasi memasak secara langsung.
“Suasana pelatihannya seru dan akrab. Resep serta takaran bahannya juga disiapkan secara lengkap sehingga mudah diikuti,” ungkapnya.
Fifi berencana menambahkan menu baru ini ke dalam daftar produk usahanya karena sedang diminati masyarakat. Ia optimistis dapat menawarkan produk tersebut dengan harga terjangkau tanpa mengurangi kualitas.
“Saya berharap semakin banyak pelatihan dan informasi bazar agar wawasan kami sebagai pelaku usaha terus bertambah,” tandasnya.