Rabu, 29 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 171
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, meminta jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan se-Jakarta Selatan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dalam membina, menuntun, dan menjaga umat.
"Memberdayakan umat dan generasi muda"
Syafrin menjelaskan, MUI memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keberadaan MUI di tingkat kecamatan juga dinilai penting karena menjadi ujung tombak dalam menjaga kerukunan, memperkokoh moral bangsa, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan keumatan di tengah masyarakat.
"Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus MUI Kecamatan se-Jakarta Selatan yang baru saja dilantik. Amanah ini tentu merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang besar," ujarnya, saat menghadiri pengukuhan MUI Kecamatan di Aula Masjid Darul Jannah, Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (29/7).
Syafrin menuturkan, tantangan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat Jakarta Selatan semakin kompleks seiring dinamika kehidupan perkotaan. Untuk itu, ia mendorong pengurus MUI kecamatan memperkuat sinergi dengan pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
"Saya berharap para pengurus MUI kecamatan dapat berjalan seiring dan bermitra erat dengan para camat, lurah, serta unsur Forkopimcam. Sinergi yang kuat antara ulama dan umara adalah kunci utama terciptanya suasana wilayah yang kondusif, aman, harmonis, dan sejahtera," terangnya.
Ia mengajak MUI untuk terus hadir sebagai pemersatu di tengah keberagaman masyarakat. Syiar keagamaan diharapkan dapat disampaikan dapat dikemas secara sejuk, santun, dan menenteramkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membendung potensi konflik dan paham radikal yang dapat mengancam persatuan.
"Saya juga menginginkan agar MUI turut memberdayakan umat dan generasi muda melalui berbagai program yang menyentuh aspek ekonomi umat serta pembinaan akhlak," ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan tersebut penting untuk membantu generasi muda terhindar dari berbagai persoalan, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pengaruh negatif media sosial.
"Kami tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan nasihat dari para ulama. Pintu kolaborasi akan selalu terbuka untuk setiap gagasan dan program MUI yang bertujuan untuk kemaslahatan warga Jakarta Selatan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua MUI Jakarta Selatan, KH Ahmad Nawawi Halim memaparkan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan menjelang pengukuhan pengurus MUI Kecamatan se-Jakarta Selatan. Salah satunya adalah berbagai perlombaan yang melibatkan pengurus di wilayah, seperti lomba hadrah dan barzanji.
"Semoga dengan lomba ini, semangat pengurus MUI dapat terus terjaga dan memicu perkembangan seni serta budaya Islam di kecamatan-kecamatan agar terus bergerak maju ke depan," bebernya.
Nawawi menginginkan agar keberadaan MUI Kecamatan dapat menjadi lompatan besar sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah. Ia menekankan pentingnya semangat para pengurus dalam membina umat serta merangkul para ustaz, ulama, dan kiai di lingkungan Jakarta Selatan.
Ia menambahkan, MUI Jakarta Selatan yang sebelumnya memiliki tujuh bidang kini telah berkembang menjadi 13 bidang. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan dan memperkuat kolaborasi dengan para ulama dan kiai di wilayah Jakarta Selatan.
"Semoga dengan bertambahnya bidang-bidang ini, MUI Jakarta Selatan dan di tingkat bawah semakin berkah dan maju di bawah bimbingan para kiai yang menjadi pengurus di lingkungan Jakarta Selatan," tandasnya.