Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 71
(Foto: Istimewa)
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) Provinsi DKI Jakarta menggelar Program Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Travel Consultant Tahun 2026 pada 23 hingga 27, dan 29 Juli di Ruang Virgo 1 Lt.1, Swiss-Belinn Kemayoran.
Program bertaraf internasional ini diikuti oleh 40 tenaga kerja profesional di bidang biro perjalanan wisata DKI Jakarta.
"memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi global, "
Pelaksanaan pelatihan mengacu pada kurikulum Toolbox ASEAN, yang merupakan standar kualifikasi tertinggi dalam pendidikan dan pelatihan pariwisata serta perhotelan di kawasan Asia Tenggara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pariwisata dalam menghadapi perubahan tren perjalanan global.
Ia mengatakan, langkah strategis ini diambil guna memastikan para konsultan perjalanan (travel consultant) Jakarta memiliki daya saing tinggi, adaptif terhadap digitalisasi, dan mampu memberikan pelayanan inklusif serta personal bagi para wisatawan global.
Menurutnya, transformasi industri pariwisata yang semakin terdigitalisasi dan berbasis pada pengalaman pelanggan memerlukan SDM yang tidak hanya menjual tiket atau paket wisata, tetapi mampu menjadi perancang perjalanan profesional (trip planner) dan penasihat destinasi yang andal.
“Melalui pelatihan berstandar ASEAN ini, kita memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi global yang didukung oleh tenaga kerja profesional, berdaya saing tinggi, dan inklusif,” ujarnya, Senin (27/7).
Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani menjelaskan, program ini diselenggarakan dengan kolaborasi lintas sektor bersama Asosiasi IINTOA (Indonesia Inbound Tour Operators Association) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP Pramindo).
Pendaftaran dilakukan secara terbuka sejak 3 hingga 19 Juli 2026. Dari proses seleksi administrasi dan pre-test, terpilih 40 peserta yang memenuhi kualifikasi dari kalangan praktisi biro perjalanan wisata Jakarta.
“Seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan wajib mengikuti Uji Kompetensi BNSP yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2026 untuk mendapatkan sertifikasi resmi,” katanya.
Materi pelatihan mencakup kompetensi inti seperti pengembangan paket produk dan jasa wisata, sistem reservasi komputer, teknik presentasi dan promosi, komunikasi bahasa Inggris operasional, pemanfaatan alat bantu bisnis digital, hingga prinsip keramahtamahan serta pengetahuan pelayanan bagi wisatawan penyandang disabilitas (mewujudkan Jakarta sebagai kota inklusif).
“Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas daya saing industri pariwisata daerah, memperluas kesempatan kerja profesional, serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.