Kamis, 24 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 575
(Foto: Istimewa)
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Food and Beverage Bartender Tahun 2026 di Sparks Life Hotel, Jakarta Barat pada 22–25 September.
Pelatihan yang diikuti 40 peserta pilihan dari kalangan pelaku usaha dan tenaga kerja industri beverage service di Jakarta ini dirancang untuk menjawab tantangan dan kebutuhan pasar industri perhotelan, restoran, dan kafe modern.
"memiliki daya saing yang tinggi, profesional,"
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kurikulum yang diterapkan pada pelatihan kali ini telah mengacu pada Toolbox ASEAN, yang merupakan standar tertinggi pendidikan dan pelatihan pariwisata di kawasan Asia Tenggara.
Para peserta dibekali dengan berbagai materi inti selama empat hari pelaksanaan, seperti teknik pembuatan dan penyajian minuman, operasional bar, keselamatan dan kebersihan kerja, hingga pelayanan yang bertanggung jawab terhadap minuman beralkohol.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal dalam mendukung Jakarta sebagai destinasi pariwisata global.
Ia menyampaikan, peran seorang bartender saat ini telah berkembang menjadi profesi layanan garis depan yang menuntut standar keahlian tinggi, mulai dari penguasaan teknis, pemahaman standar pelayanan, hingga kemampuan berkomunikasi dengan standar internasional.
“Melalui pelatihan berbasis kurikulum ASEAN ini, kami ingin memastikan SDM pariwisata DKI Jakarta memiliki daya saing yang tinggi, profesional, serta siap memberikan layanan terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," ujarnya, Kamis (24/9).
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Endrati Fariani menjelaskan, kegiatan pelatihan dan sertifikasi bartender ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendorong perluasan kesempatan kerja dan pengembangan karier profesional di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kualitas layanan yang inklusif di Jakarta.
"Selain menggembleng keterampilan teknis dan kesiapan sertifikasi BNSP, kami juga menyisipkan materi penunjang untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” katanya.
Sebagai informasi, rangkaian acara meliputi pelatihan dan praktik pada 22–24 September 2026, yang kemudian diakhiri dengan Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP pada 25 September 2026 bekerja sama dengan Bhatara Tunas Perkasa School serta LSP Hotel dan Restoran.
“Kami berharap 40 peserta yang lulus seleksi ini dapat mengikuti seluruh tahapan dengan optimal dan menjadi standar baru tenaga kerja profesional di industri perhotelan dan restoran DKI Jakarta," tandasnya.