Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 232
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mencatat, omzet dari pelaksanaan Bazar Balai Kota bertajuk ‘Jakarta Kreasi Nusantara: Merayakan Karya Lokal, Menuju Kota Global’ pada 20 hingga 23 Juli 2026 mencapai Rp332,8 juta.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, capaian omzet lebih dari Rp332 juta dalam bazar ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Jakarta masih terjaga.
"Ini juga menjadi sinyal positif,"
“Mereka datang untuk berbelanja produk-produk UMKM lokal. Ini juga menjadi sinyal positif bahwa kualitas produk UMKM binaan Jakarta semakin mampu memenuhi kebutuhan dan kepercayaan konsumen," ujar Ratu, Senin (27/7).
Ratu menyampaikan, total terdapat 69 UMKM binaan yang berpartisipasi dalam bazar tersebut. Kontributor omzet terbesar berasal dari sektor kuliner.
Ia merinci, lima UMKM dengan omzet tertinggi antara lain, Keripik Pisang Dantabeut sebesar Rp24,07 juta, JV HASANAH sebesar Rp22,54 juta, Babe Hub sebesar Rp18,83 juta, KitaLegi sebesar Rp17,18 juta, serta Siomay Priaji sebesar Rp17,18 juta. Selain transaksi tunai, penggunaan pembayaran digital juga mendominasi.
"Sebagian besar omzet diperoleh melalui transaksi QRIS JakPreneur, mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai di kalangan UMKM binaan Jakarta,” katanya.
Ratu mengklaim keberhasilan membukukan omzet lebih dari Rp332 juta dalam empat hari menjadi indikator bahwa promosi, kurasi produk, serta pendampingan yang dilakukan Dinas PPKUKM mampu meningkatkan daya saing UMKM.
"Bazar Balai Kota berhasil menjadi ruang promosi, sarana memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkuat ekosistem UMKM. Ini sangat penting mengingat UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi Jakarta menuju kota global," jelasnya.
Ratu memastikan Dinas PPKUKM DKI Jakarta akan terus memperluas akses pemasaran bagi UMKM binaan. Ia berjanji akan memperluas penyelenggaraan bazar tematik, meningkatkan fasilitasi keikutsertaan pada pameran berskala nasional maupun internasional, serta penguatan pemasaran digital. Menurutnya semua ini diperlukan agar produk UMKM Jakarta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Kami ingin semakin banyak UMKM Jakarta yang naik kelas, berkembang dan menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang membuka akses pasar, memperkuat kapasitas usaha, serta mendorong transformasi digital bagi seluruh UMKM," tandasnya.