Festival Ciliwung Jadi Ajang Kampanye Pelestarian Sungai

Sabtu, 25 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1038

IMG 20260725 WA0005

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin membuka Festival Ciliwung ke-7 bertajuk 'Dari Budaya Kita Selamatkan Alam' di Padepokan Ciliwung Condet, Balekambang, Kramat Jati, Sabtu (25/7).

Festival ini menjadi wadah gerakan budaya dan lingkungan untuk menghidupkan kembali Sungai Ciliwung sebagai nadi kehidupan sekaligus warisan peradaban bagi generasi mendatang.

"Semoga festival ini semakin berkembang,"

Dalam sambutannya, Munjirin mengapresiasi konsistensi para pegiat lingkungan, khususnya komunitas Padepokan Ciliwung yang dipimpin Ahmad Maulana atau Bang Lantur dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung.

Saat ini, kata Munjirin, semakin sedikit orang yang bersedia mengabdikan diri guna merawat lingkungan. Sehingga berbagai upaya yang dilakukan pegiat lingkungan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

"Saya mengapresiasi dan sangat mendukung apa yang telah dikerjakan Bang Lantur. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang tergugah untuk bersama-sama menggerakkan pelestarian lingkungan, khususnya di sepanjang Kali Ciliwung," ujar Munjirin.

Ia menuturkan, Sungai Ciliwung yang dahulu identik sebagai tempat pembuangan sampah kini mulai berbenah berkat peran aktif komunitas dan pegiat lingkungan yang terus mengedukasi masyarakat.

Di sisi lain, Munjirin juga mengingatkan warga mendukung kebijakan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.

Ia menjelaskan, mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengelola sampah sejak dari rumah dengan memilahnya sesuai jenis.

"Sampah organik bisa diolah melalui biopori, komposter, atau maggot. Sampah anorganik disetor ke bank sampah, sedangkan sampah B3 juga dapat disalurkan melalui bank sampah untuk diteruskan ke pengelola yang berwenang," jelasnya.

Menurut Munjirin, jika seluruh warga menerapkan pemilahan sampah dengan baik, Sungai Ciliwung akan menjadi ruang publik yang bersih, asri, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Ia berharap, Festival Ciliwung terus berkembang setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga budaya Betawi di kawasan Condet dan sekitarnya.

"Semoga festival ini semakin berkembang, semakin ramai, dan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga lingkungan di sepanjang Kali Ciliwung," tandasnya.

.

BERITA TERKAIT
Gubernur pramono pembebasan lahan ciliwung rezap

Normalisasi Kali Ciliwung Dikebut, Pramono Pastikan Pembebasan Lahan Tanpa Perantara

Jumat, 10 Juli 2026 1495

Bantaran Anak Kali Cilwung tanam Pohon Bungur budi2

Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

Jumat, 03 Juli 2026 2002

IMG 20260213 WA0025

Personel Gabungan Tertibkan Bangunan di Bantaran Ciliwung

Jumat, 13 Februari 2026 655

BERITA POPULER
895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1349

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1368

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 1337

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 1195

Penataan Kawasan Unggulan Ciracas nur

Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 1063

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks