Rabu, 22 Juli 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 295
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, penggunaan transportasi publik di Jakarta dalam mendukung mobilitas masyarakat menunjukan peningkatan signifikan.
Pada triwulan II 2026, jumlah masyarakat yang menggunakan Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 230,8 juta orang atau naik 9,7 persen year on year.
"mendekati angka 27, 28 atau hampir 30 persen,"
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks dengan tema Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).
"Jadi kenaikan yang cukup tinggi dengan konektivitas yang hampir lebih 93 persen yang menggunakan transportasi umum sekarang ini. Kalau kenaikannya 9,7 persen sudah mendekati angka 27, 28 atau hampir 30 persen," ujar Pramono.
Untuk mendorong aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan berbagai insentif fiskal bagi penyelenggara berbagai event dan sebagainya.
Pramono menyebut, insentif fiskal yang diberikan tersebut berhasil mendorong transaksi ekonomi hingga Rp67,5 triliun melalui berbagai rangkaian acara Jakarta Festive Wonders.
"Berbagai kegiatan tersebut berhasil mendorong aktivitas ekonomi pariwisata dan konsumsi masyarakat," katanya.
Tak hanya itu, indikator pariwisata juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal itu ditunjukan dengan jumlah wisatawan nusantara yang mencapai 8,82 juta perjalanan. Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga naik 8,17 persen (yoy) atau 1,04 juta kunjungan.
Untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan layanan transportasi publik dan infrastruktur pendukung yang semakin baik dan terintegrasi. Salah satunya yakni dengan menambah konektivitas LRT dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Manggarai.
Pramono menyebut, rute baru LRT tersebut rencananya akan diresmikan pada Agustus mendatang. Selain itu, juga tengah dibangun perpanjangan konektivitas MRT Fase 2A rute Bundaran HI-Kota.
"Kami meyakini bahwa ketika mobilitas ini menjadi lebih baik, mudah-mudahan ini menjadi trigger ekonomi di Jakarta juga menjadi semakin baik karena transportasi adalah salah satu penanda untuk bagaimana Jakarta ekonominya tumbuh dengan baik," tandas Pramono.