Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 159
(Foto: Istimewa)
Kemacetan panjang terjadi di Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), Jakarta Utara, hingga berdampak ke Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung, Jakarta Timur. Untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas tersebut, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mengerahkan 20 personel ke sejumlah titik simpul kemacetan.
"Penumpukan kendaraan kontainer"
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak mengatakan, puluhan personel tersebut disebar di sejumlah titik di Jalan Raya Cacing dan Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono XI. Mereka bertugas mengatur lalu lintas agar kendaraan yang terjebak kemacetan dapat kembali bergerak.
"Sebenarnya sumber kemacetan ada di Jakarta Utara, tetapi imbasnya sampai ke Jakarta Timur. Makanya kita juga kerahkan personel," ujarnya, Selasa (21/7).
Harlem menjelaskan, berdasarkan hasil analisis di lapangan, kemacetan terjadi akibat antrean truk kontainer di Depo Fortune yang sedang melakukan kegiatan bongkar muat barang.
"Kondisi ini semakin diperparah dengan meningkatnya kegiatan impor di pelabuhan. Sehingga, terjadi penumpukan kendaraan kontainer yang hendak melakukan bongkar muat," terangnya.
Menurutnya, selain melakukan pengaturan lalu lintas, pihaknya juga berkoordinasi dengan PT Fortune untuk mencari solusi atas antrean truk kontainer yang menyebabkan kepadatan lalu lintas.
Dari hasil pertemuan tersebut diketahui, antrean truk kontainer dipengaruhi belum optimalnya koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antardepo yang berada di sekitar Jalan Raya Cakung Cilincing.
"Untuk mencegah kemacetan serupa kembali terjadi, Sudin Perhubungan Jakarta Timur menyarankan agar depo-depo di sekitar Jalan Raya Cakung Cilincing meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Harlem, diperlukan pengaturan waktu bongkar muat yang lebih pasti sehingga antrean kontainer tidak menumpuk. Para pengusaha depo juga disarankan membentuk grup WhatsApp untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi dalam mengatur aktivitas bongkar muat.
Ia menambahkan, pengerahan 20 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur dilakukan hingga pukul 17.00 WIB. Meski demikian, kondisi lalu lintas berangsur membaik dan antrean kendaraan mulai mengalir dibandingkan kepadatan yang terjadi pada pagi hari.
"Semoga sore ini antrean kendaraan sudah tidak terjadi lagi," tandasnya.