Pengelolaan Sampah dari Sumber di Karet Semanggi Kian Dioptimalkan

Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 181

Teba biopori karet semanggi tiyo2

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Pihak Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah di lingkungan. Hingga saat ini, puluhan sarana pengelolaan sampah sudah tersedia dan tersebar di sejumlah titik wilayah tersebut.

"Biopori jumbo dan teba modern"

Lurah Karet Semanggi, Purwati mengatakan, sarana pengelolaan sampah yang sudah tersedia terdiri dari tiga teba modern, 24 lubang biopori jumbo, dan empat komposter.

"Untuk lokasinya kami sebar di lingkungan rumah warga dan taman-taman. Untuk di rumah warga, lebih banyak komposter sebagai sarana pengelolaan sampahnya," ujarnya, Selasa (21/7).

Purwati menjelaskan, pihaknya bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. 

Salah satunya, melalui sosialisasi dan pemberian edukasi kepada warga mengenai pembuatan sarana pengelolaan sampah sederhana di lingkungan rumah.

Menurutnya, warga dapat memanfaatkan barang bekas seperti galon dan ember sebagai media pengelolaan sampah organik. 

"Langkah sederhana ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir," terangnya.

Purwati mengapresiasi warga yang sudah secara konsisten melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah. Salah satunya warga di RW 03 yang sudah menjalankan pengelolaan sampah sejak beberapa tahun terakhir. Sampah organik yang dikelola kemudian dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman warga.

"Kami berharap pengelolaan sampah seperti itu dapat diterapkan di lingkungan warga. Masing-masing membuat komposter karena pembuatannya tidak terlalu sulit, seperti halnya membuat biopori jumbo dan teba modern," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 02/02, Kelurahan Karet Semanggi, Ratmah mengaku sudah menerapkan pemilahan sampah sesuai dengan arahan pemerintah. Sampah organik diolah melalui lubang biopori, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan untuk kemudian ditimbang melalui bank sampah.

"Saya sudah menjalankannya sejak sebulan lalu. Alhamdulillah, hasilnya baik. Sampah yang ditimbang bisa menghasilkan uang, sedangkan sampah yang dimasukkan ke biopori nantinya dapat bermanfaat menjadi pupuk," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260717 WA0096

Media Pengelolaan Sampah di Grogol Selatan Diperbanyak

Jumat, 17 Juli 2026 485

PSX 20260717 155611

Pengelolaan Sampah di Grogol Utara Hasilkan Omzet Jutaan Rupiah

Jumat, 17 Juli 2026 564

63 Tong Sampah Pilah Dibagikan di Susukan

63 Tong Sampah Pilah Dibagikan di Susukan

Kamis, 16 Juli 2026 277

BERITA POPULER
Perlintasan kereta dok 1

Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

Kamis, 16 Juli 2026 2036

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 747

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 895

IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 631

3.Final Piala Dunia 2026 Jadi Pesta Rakyat

Rano Sebut Festival Rakyat Bola Gembira Dongkrak Ekonomi Kerakyatan

Senin, 20 Juli 2026 667

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks