Selasa, 14 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 166
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menyelenggarakan Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Batch 31 Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta mulai 13 hingga 16 Juli.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sekaligus mempertemukan produsen nasional dengan calon pengguna dari unsur pemerintah, BUMD, maupun sektor swasta melalui skema business matching.
"membuka peluang kerja sama,"
Business Matching Batch 31 menghadirkan puluhan perusahaan nasional dari berbagai sektor industri.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, penyelenggaraan business matching tidak hanya menjadi wadah promosi produk dalam negeri, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Ia menyampaikan, penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
“Business Matching P3DN menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan produsen dengan para pengguna barang dan jasa pemerintah sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mendorong peningkatan penggunaan produk lokal," ujarnya, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi P3DN secara konsisten.
Ratu menyebut, upaya tersebut telah mengantarkan Provinsi DKI Jakarta meraih Peringkat I Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri kategori Pemerintah Daerah Provinsi selama tiga tahun berturut-turut, sebagai bentuk keberhasilan dalam mendorong belanja produk dalam negeri pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
"Sebagai pusat perekonomian nasional, Jakarta memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam implementasi P3DN. Kami terus mendorong seluruh perangkat daerah dan BUMD agar memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri pada setiap proses pengadaan, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh industri nasional dan pelaku usaha di Indonesia," jelasnya.
Ratu juga mengajak seluruh perusahaan peserta untuk memanfaatkan momentum business matching sebagai sarana memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menambahkan, selain menjadi ajang temu bisnis, penyelenggaraan Business Matching Batch 31 juga menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha melalui sosialisasi terkait legalitas usaha, sertifikasi, pembiayaan, standardisasi produk, hingga penguatan koperasi.
Ratu berharap, langkah ini dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri agar semakin siap memenuhi kebutuhan pengadaan pemerintah maupun pasar yang lebih luas.
“Melalui penyelenggaraan Business Matching P3DN Batch 31, Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem industri nasional, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Jakarta sebagai kota global,” tandasnya.
Sekadar informasi, kegiatan ini juga diisi dengan beragam sesi sosialisasi dan pendampingan, di antaranya Sertifikasi Halal, Keanekaragaman Batik Betawi (IKJ), Tata Cara Pendaftaran Perseroan Perorangan oleh Kementerian Hukum.
Selain itu dilaksanakan Sertifikasi SNI bagi industri konstruksi, tekstil dan alas kaki, fasilitasi kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK), Sosialisasi Kredit Industri Padat Karya dari Kementerian Perindustrian, hingga monitoring capaian P3DN Triwulan II.