Jumat, 10 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Budhy Tristanto 53
(Foto: Istimewa)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menegaskan, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota global pada 2030.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, penguatan sektor riil melalui UMKM menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tengah pertumbuhan ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan kinerja positif.
Membangun ekosistem kewirausahaan yang melahirkan pelaku usaha kreatif, inovatif, dan adaptif
"Sejalan dengan visi Gubernur Pramono Anung, kami terus membangun ekosistem kewirausahaan yang melahirkan pelaku usaha kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," ungkapnya, Jumat (10/7).
Ratu menyampaikan, kota global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan investasi, namun juga melalui ekonomi masyarakat yang kuat.
Ia menilai, UMKM menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan inovasi, dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
"Melalui program JakPreneur, kami terus berupaya mengintegrasikan pengembangan kapasitas usaha. Kami juga terus memberikan pendampingan usaha, membantu akses pembiayaan, perluasan akses pasar, hingga percepatan transformasi digital," bebernya.
Menurut Ratu, pertumbuhan usaha binaan Pemprov DKI Jakarta yang terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data pada 10 Juli 2026, tercatat usaha Jakarta Entrepreneur (JakPreneur) mencapai total 422.617. Dari angka ini, 344.704 anggota atau 81,56 persen berstatus aktif
"Tingginya jumlah usaha binaan aktif ini menunjukkan satu hal, bahwa ekosistem kewirausahaan yang tumbuh di Jakarta semakin kuat. Ini sebagai modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas," katanya.
Data lain milik Dinas PPKUKM menunjukkan bahwa pelaku ekonomi kreatif mendominasi ekosistem UMKM binaan.
Subsektor kuliner menjadi yang terbesar dengan 198.581 pelaku usaha atau 46,99 persen, disusul fesyen sebanyak 24.116 usaha, craft 9.073 usaha, seni 1.267 usaha, desain 693 usaha, fotografi 20 usaha, dan game 11 usaha.
"Keberagaman subsektor ini mencerminkan besarnya potensi ekonomi kreatif Jakarta yang terus berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru," ucapnya.
Selain memperkuat kapasitas usaha, Dinas PPKUKM DKI Jakarta juga terus mempercepat transformasi digital UMKM.
Saat ini, 278.155 peserta JakPreneur atau 65,82 persen telah terdigitalisasi, sedangkan 144.462 peserta atau 34,18 persen masih menjalani proses pendampingan.
"Digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus memperkuat daya saing UMKM," tukas Ratu.
Merujuk pada data-data ini, Ratu mengaku optimistis UMKM yang kuat akan melahirkan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kompetitif di Jakarta dan visi Gubernur Pramono Anung membawa Jakarta masuk sebagai 50 kota global dapat terwujud,
"Kami terus menjalankan arahan Bapak Gubernur Pramono dengan memastikan UMKM Jakarta menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan masuk dalam jajaran 50 kota global dunia pada 2030," tandasnya.