Jumat, 10 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 171
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat menyelenggarakan Kelas Ayah Idaman (AMAN) bagi Pasangan Usia Subur (PUS) di Praktik Mandiri Bidan Fatmi Hanum, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
"Teladan bagi anak-anaknya"
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak hanya penting secara fisik, tetapi juga secara emosional dalam mendukung tumbuh kembang anak. Peran ayah sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak dan terciptanya keluarga yang harmonis.
"Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pendidik, pelindung, pembimbing, sahabat, sekaligus teladan bagi anak-anaknya," ujarnya, Jumat (10/7).
Dian menjelaskan, penyelenggaraan Kelas AMAN merupakan implementasi dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
"Program ini bertujuan mendorong para ayah agar lebih aktif terlibat dalam kehidupan anak melalui komunikasi yang hangat, pengasuhan positif, serta penciptaan lingkungan keluarga aman, sehat, dan penuh kasih sayang," terangnya.
Menurutnya, kehadiran ayah yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Untuk itu, Kelas AMAN dirancang sebagai ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman mengenai pola asuh positif, kesehatan reproduksi, komunikasi keluarga, perlindungan anak, hingga pembentukan karakter sejak usia dini.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuk komunitas ayah yang saling menginspirasi dan menjadi teladan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ungkapnya.
Ia menuturkan, keberhasilan program ini juga membutuhkan sinergisitas seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat.
Sementara itu, salah seorang peserta Kelas AMAN, Edy Junaedi (32) yang merupakan ayah dari dua anak laki-laki, mengaku mengikuti kegiatan tersebut untuk memperdalam pemahamannya sebagai kepala keluarga.
"Saya mengikuti Kelas AMAN karena ingin belajar menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Saya berharap anak-anak saya merasakan kehadiran sosok ayah yang selalu mendampingi, memberi teladan, dan menjadi tempat mereka berbagi cerita serta mencari perlindungan," tandasnya.