Kamis, 09 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 134
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan mitigasi tanggap darurat bencana dan penanganan kegawatdaruratan yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan di Politeknik Negeri Jakarta.
"Meningkatkan kesiapsiagaan"
Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat melalui kombinasi pembelajaran teori dan simulasi lapangan.
"Pelatihan ini kita lakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan para peserta terkait kondisi darurat yang kapan saja dan di mana pun bisa terjadi," ujarnya, Kamis (9/7).
Mundari menjelaskan, dalam pelatihan tersebut peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari mitigasi bencana, pertolongan pertama, assessment korban, triase, evakuasi gedung, penanganan kebakaran tahap awal, sistem komando penanganan darurat, hingga simulasi penanganan korban massal.
"Selain penguasaan teknik penyelamatan, peserta juga dibekali kemampuan membangun koordinasi yang efektif antaranggota tim tanggap darurat," terangnya.
Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses penyelamatan sehingga setiap tindakan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah.
"Kita juga ajarkan mereka cara koordinasi antar tim tanggap darurat yang benar. Hal itu supaya tidak ada kesalahan saat penanganan ataupun saat proses pertolongan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PMI Jakarta Selatan dalam membangun budaya safety awareness, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di lingkungan kerja maupun institusi pendidikan.
"Mudah-mudahan ilmu yang kami sampaikan dan ajarkan kepada mereka nanti dapat diterapkan dengan baik. Intinya, jangan ada kepanikan saat semua proses itu berlangsung," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Andy Gumelar menuturkan, pelatihan yang diikuti memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan dipadukan dengan praktik yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
"Materinya lengkap, kami diajarkannya juga sangat detail. Semoga saja nantinya apabila ada kebencanaan kami dapat menerapkannya dengan baik," tandasnya.