Rabu, 08 Juli 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Andry 195
(Foto: Nugroho Sejati)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mendalami usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait penyesuaian tarif transportasi Transjabodetabek dan Transjakarta.
"Yang nanti mengalami kenaikan pasti memang orang-orang yang mampu,"
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, laporan usulan dari DTKJ telah diterima Pemprov DKI. Selanjutnya, Pemprov DKI akan mengkaji secara mendalam laporan tersebut.
"Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu, dalam minggu-minggu depan ini kami segera menghitung kembali," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7).
Ia menegaskan, perlunya perhitungan yang matang terkait subsidi yang akan diberikan untuk moda transportasi di bawah naungan Pemprov DKI. Sehingga subsidi yang disalurkan tidak akan membebani APBD.
"Untuk memutuskan kenaikan Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung dan dilakukan untuk itu," jelasnya.
Saat ini, penyesuaian tarif transportasi ini tengah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta bersamaan dengan pembahasan APBD. Pramono menyampaikan kebijakan terkait hal ini akan segera diputuskan.
"Sekarang ini sedang dalam tahap pembahasan APBD dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, tetapi itu menjadi prioritas untuk segera diputuskan," kata Pramono.
Gubernur pun memastikan kebijakan yang akan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan dan manfaat untuk masyarakat. Penyesuaian tarif Transjabodetabek dan Transjakarta ini, lanjut dia, akan menyasar pada masyarakat yang dinilai mampu secara finansial.
Sedangkan untuk 15 golongan masyarakat yang masuk kategori tertentu, Pemprov DKI akan terus menggalakkan program ini agar masyarakat mendapatkan layanan gratis transportasi.
"Sehingga dengan demikian, siapapun yang nanti mengalami kenaikan pasti memang orang-orang yang mampu untuk itu," kata dia.