Selasa, 07 Juli 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 169
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Selama periode Januari hingga Juni 2026, tercatat 9.387 pengunjung menikmati kelas membatik yang diadakan pengelola Museum Tekstil, setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 hingga 14.00.
Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Seni, Sri Kusumawati menjelaskan, paket workshop membatik ini sebagai sarana edukasi budaya yang inklusif dan aplikatif bagi masyarakat. Kegiatan bagi pengunjung ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam.
"Peserta cukup membayar Rp 50 ribu,"
"Peserta cukup membayar Rp 50 ribu untuk mengikuti kelas membatik dan membawa pulang hasil kerajinan tangannya," ujar Ati, Selasa (7/7).
Adapun jenis workshop membatik yang disediakan yakni batik tulis, batik cap, ecoprint, dan jumputan atau tie-dye.
Kepada pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan di luar paket batik tulis, jelas Ati, harus melakukan reservasi sebelummnya dan memilih jenis workshop membatik yang akan diikuti.
"Workshop di Museum Tekstil ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan membatik. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia," tukasnya.
Dikatakan Ati, selain membayar Rp 50 ribu, pengunjung yang ingin mengikuti paket dan mengakses Museum Tekstil akan dikenakan biaya retribusi.
Selama weekday (Selasa-Jumat) pengunjung dewasa dikenakan tiket Rp 10 ribu, mahasiswa/pelajar/anak Rp 5 ribu dan wisatawan mancanegara Rp 50 ribu.
Sedangkan saat weekend (Sabtu-Minggu), pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 15 ribu, mahasiswa/pelajar/anak Rp 5 ribu dan wisatawan mancanegara Rp 50 ribu.
Di luar itu, ada tarif paket rombongan jumlah minimal 30 orang dengan harga lebih murah.
"Untuk operasional museum tutup pada pukul 15.00. Kalau Senin tutup, tidak operasional," tandas Ati.