Selasa, 07 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 189
(Foto: Doc)
Jumlah kunjungan wisatawan ke Kawasan Kota Tua Jakarta selama masa libur sekolah menunjukkan tren positif. Berdasarkan data UPK Kota Tua, sejak 27 Juni hingga 5 Juli 2026, total kunjungan mencapai 99.663 orang yang terdiri dari 97.700 wisatawan nusantara (wisnus) dan 1.963 wisatawan mancanegara (wisman).
"Peningkatannya sekitar 30 sampai 40 persen untuk hari biasa,"
Peningkatan ini didorong oleh beragam aktivitas wisata, edukasi, hingga hiburan yang dihadirkan untuk masyarakat selama periode liburan sekolah sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.
Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi kunjungan ke seluruh kawasan Kota Tua, termasuk museum dan berbagai fasilitas penunjang wisata yang berada di dalamnya.
“Semua kawasan ya. Hampir seratus ribuan. Prakiraan bisa mencapai 200 ribuan sampai minggu ini,” ungkapnya, Selasa (7/7).
Berdasarkan data tersebut, puncak kunjungan sementara terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, dengan total 14.773 pengunjung. Sebelumnya, Minggu, 28 Juni 2026 juga mencatatkan angka kunjungan yang tinggi, yakni 13.984 orang.
Denny menyampaikan, jumlah kunjungan selama libur sekolah mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Pada hari kerja, peningkatan berada pada kisaran 30 hingga 40 persen, sedangkan pada akhir pekan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan periode normal.
“Peningkatannya sekitar 30 sampai 40 persen untuk hari biasa, sedangkan Sabtu dan Minggu sekitar 20 sampai 30 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UPK Kota Tua menghadirkan berbagai aktivasi dan pilihan rekreasi yang dapat dinikmati seluruh kalangan untuk terus menarik minat masyarakat berkunjung. Selain mengunjungi museum-museum yang menjadi ikon kawasan, pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana hiburan seperti rumah hantu dan museum 3D.
Ke depan, UPK Kota Tua juga berencana memperluas kolaborasi dengan komunitas kreatif agar kawasan ini semakin atraktif bagi generasi muda.
“Kunjungan ke museum, ada rumah hantu, 3D, lalu kami juga akan bekerja sama dengan komunitas untuk mengadakan PUBG x Naruto,” ucapnya.
Selain destinasi wisata sejarah, Kota Tua juga menawarkan berbagai kegiatan menarik selama liburan sekolah. Pengunjung dapat menikmati instalasi Lighting Art, mengikuti pottery class, berkeliling menggunakan sepeda onthel, mengunjungi Museum Wayang, hingga mengabadikan momen di berbagai titik ikonik kawasan.
Bagi masyarakat yang ingin berwisata dengan biaya terjangkau, Kota Tua juga menyediakan sejumlah fasilitas dan program gratis. Di antaranya Free Guided Walking Tour, bus wisata rute History Jakarta, Tourist Information Center (TIC), ruang laktasi, serta fasilitas air minum isi ulang di beberapa titik kawasan.
Sejumlah museum juga memberikan akses masuk gratis bagi kelompok tertentu. Pemegang KJP dan KIP dapat mengunjungi Museum Sejarah Jakarta, Museum Bahari, Museum Wayang, serta Museum Seni Rupa dan Keramik tanpa dikenakan biaya.
Sementara itu, Museum Bank Indonesia memberikan akses gratis bagi pelajar, anak di bawah usia 12 tahun, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Tidak hanya itu, Kota Tua kini juga menghadirkan dua spot photobooth baru, yakni Photobooth Lighting Art dan Photobooth Posetopia. Dengan tarif Rp35.000 per sesi dan beroperasi setiap hari, fasilitas ini menjadi pilihan baru bagi pengunjung untuk mengabadikan momen liburan dengan hasil foto yang estetik.
“Melalui beragam pilihan aktivitas, fasilitas yang semakin lengkap, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas, Kawasan Kota Tua Jakarta diharapkan terus menjadi destinasi wisata sejarah, budaya, dan rekreasi yang menarik bagi masyarakat selama liburan sekolah maupun pada momen-momen khusus lainnya,” tandasnya.