Kamis, 09 April 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 531
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua menjadi salah satu destinasi utama wisata Jakarta.
Usai menghadiri acara Intimate Dialogue: Kota Tua Update, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, perubahan utama dalam revitalisasi kawasan Kota Tua yakni hadirnya MRT Jakarta yang ditargetkan rampung pada 2029.
"pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda,"
MRT Jakarta dibangun untuk mendukung aksesibilitas masyarakat dan wisatawan menuju Kota Tua. Karena itu, Pemprov DKI telah menyiapkan pembangunan dengan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
"Kota Tua game changer-nya adalah MRT. Begitu MRT selesai sampai Kota Tua di tahun 2029, pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).
Selain MRT, Pemprov DKI bekerja sama dengan PT KAI akan menghidupkan kembali lintasan kereta non-listrik menjadi KRL sepanjang 16 hingga 28 kilometer di kawasan tersebut. Menurut Pramono, rute ini akan menghubungkan Kota Tua menuju Tanjung Priok melalui kawasan JIS (Jakarta International Stadium).
Ia meyakini, hadirnya rute baru ini akan menambah moda transportasi dan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta Utara.
"Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai, kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik, yang dulu tidak pernah termanfaatkan lewat Kota Tua, kemudian ke Tanjung Priok dan sebagainya, lewat JIS dan sebagainya," jelas dia.
Pramono juga menargetkan layanan KRL menuju JIS akan rampung pada Mei mendatang, sebagai kado HUT Jakarta. Hadirnya layanan baru ini diharapkan bisa mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke JIS.
"Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada bulan Mei ini, bulan depan, mudah-mudahan KRL untuk JIS juga sudah selesai," kata dia.
Pramono menyebut, Kota Tua dan Kepulauan Seribu akan menjadi daya tarik pariwisata Jakarta pada tahun-tahun mendatang. Tercatat, saat ini durasi kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta telah meningkat dari 1,5 hari menjadi hampir 2,8 hari.
Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta pun juga meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah penerbangan ke Jakarta yang juga mengalami kenaikan signifikan.
Pramono ingin revitalisasi di kawasan Kota Tua dilakukan secara terencana dan bertahap. Revitalisasi Kota Tua ini diproyeksikan sebagai tempat wisata untuk kalangan masyarakat menengah yang dapat memanfaatkan akses transportasi menggunakan KRL ataupun MRT.
Sementara Wakil Gubernur Rano Karno menjelaskan, rencana revitalisasi Kota Tua untuk mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.
Ia mengungkapkan, Kota Tua dibagi menjadi tiga zona, yakni zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Pada tahap awal, revitalisasi akan difokuskan pada zona inti yang mencakup alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari.
"Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu. Ini luasnya kira-kira kalau dari total Kota Tua itu hampir 363 hektare, tapi kalau zona inti kira-kira cuma 80. Tapi zona inti ini juga termasuk yang namanya Museum Bahari itu," jelasnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan memprioritaskan penyediaan fasilitas bagi para UMKM dan pedagang kaki lima serta pembangunan area parkir.
Untuk memastikan revitalisasi berjalan lancar, Rano mengungkapkan rencana tim revitalisasi yang akan mulai berkantor di Kota Tua dalam waktu dekat.
"Keseriusan ini adalah kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua dan Insya Allah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," tandas Wagub Rano.