Kamis, 02 Juli 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Andry 89
(Foto: Nugroho Sejati)
Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jakarta World FolkFest 2026 yang menghadirkan 115 delegasi internasional dari enam negara, yaitu Romania, Yunani, Polandia, Filipina, Rusia, dan Korea Selatan.
"Festival ini menjadi jembatan,"
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, festival ini tidak hanya merayakan kekayaan tradisi artistik dari berbagai negara, tetapi juga memperkuat saling pengertian dan persahabatan melalui budaya.
Hal ini disampaikan Pramono saat membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7).
"Semoga festival ini menjadi jembatan persahabatan, pertukaran budaya, dan saling pengertian antar bangsa," kata Pramono.
Jakarta World FolkFest 2026 ini diselenggarakan bersamaan dengan momentum perayaan HUT ke-499 Jakarta. Menyonsong usia lima abad, Jakarta pun terus membuka diri untuk pertukaran budaya, kreativitas, dan kolaborasi internasional.
Pramono menyampaikan, semangat diplomasi budaya selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta.
Selain Jakarta World FolkFest, Jakarta juga telah menjadi tuan rumah berbagai acara budaya internasional yang menyatukan tradisi, ide, dan ekspresi kreatif dari berbagai belahan dunia.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen Jakarta dalam mempromosikan budaya sekaligus memperkuat hubungan antar bangsa.
"Kita melanjutkan semangat yang sama melalui Jakarta World FolkFest 2026. Kami berharap festival ini akan berfungsi sebagai wadah pertukaran budaya, menyatukan orang-orang melalui pertunjukan, tradisi, dan pengalaman bersama," ujarnya.
Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan Jakarta sebagai kota yang dinamis, inklusif, dan ramah kepada para delegasi.
Melalui Jakarta World FolkFest 2026, para delegasi dapat menjelajahi Jakarta melalui kunjungan ke Monumen Nasional (Monas) dan Kota Tua Jakarta.
"Melalui pengalaman ini, kami berharap para tamu dapat menemukan sejarah, identitas, dan transformasi kota kami," ujarnya.
Jakarta, kata dia, tengah bertransformasi menjadi kota global yang tetap berakar kuat pada warisan budayanya. Pramono menyampaikan, budaya bukan hanya warisan dari masa lalu, tetapi juga jembatan yang menghubungkan orang-orang, memperkuat komunitas, dan membentuk masa depan.
Gubernur berharap festival ini menjadi perayaan keberagaman, jembatan persahabatan antar bangsa, dan refleksi visi Jakarta sebagai kota global yang bangga akan warisan budayanya.
Untuk diketahui, Jakarta World Folklore Festival dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 7 Juli 2026. Para delegasi diagendakan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Jakarta.
Kemudian pada tanggal 3, 4, dan 5 Juli, para delegasi bergabung dengan tim-tim kesenian dari Jakarta akan tampil di anjungan Sarinah.