Kamis, 02 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 183
(Foto: Nurito)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) melakukan pengawasan pangan di lima pasar tradisional. Hasilnya, tidak ditemukan bahan atau zat berbahaya dalam produk pangan yang dijual pedagang.
"Total ada 48 sampel yang diperiksa"
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, pengawasan pangan kali ini melibatkan sekitar 20 personel gabungan sebagai upaya mengantisipasi peredaran pangan yang mengandung bahan atau zat kimia berbahaya.
"Total ada 48 sampel yang diperiksa dari lima pasar tradisional. Rinciannya, sebanyak 38 sampel produk pertanian dan 10 sampel produk peternakan," ujarnya, Kamis (2/7).
Taufik menjelaskan, seluruh sampel diperiksa menggunakan dua laboratorium keliling (mobile laboratory) yang disiagakan di Pasar Enjo, Kelurahan Pisangan Timur.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif dari kandungan zat kimia berbahaya. Sehingga, produk pangan dan olahannya dinilai aman untuk dikonsumsi masyarakat," terangnya.
Menurutnya, pengujian dilakukan terhadap berbagai komoditas, mulai dari aneka sayuran hingga daging ayam, dan daging sapi. Pemeriksaan meliputi uji Residu Pestisida, Formalin, Klorin, serta Eber untuk mendeteksi indikasi penyakit pada daging.
"Lima pasar tradisional yang menjadi lokasi pengawasan yakni Pasar Enjo, Pasar Cakung, Pasar Ujung Menteng, Pasar Pulogadung, dan Pasar Cipinang Muara," ungkapnya.
Ia menambahkan, pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan bahan atau produk pangan yang dijual pedagang aman konsumsi.
"Kepastian kualitas pangan ini tentu pada kahirnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual para pedagang," tandasnya.