Rabu, 24 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 168
(Foto: Ilustrasi)
Kondisi cuaca yang tidak menentu serta tingginya tingkat polusi udara dinilai menjadi faktor yang membuat masyarakat lebih rentan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama ketika daya tahan tubuh sedang menurun.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, ISPA merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan.
"gejala ISPA,"
Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini karena dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun aktivitas sehari-hari.
“Perubahan cuaca yang terjadi saat ini, ditambah paparan polusi udara yang masih cukup tinggi, dapat meningkatkan risiko masyarakat terkena ISPA. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan kuat,” ujarnya, Rabu (24/6).
Dijelaskan Ani, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan maupun munculnya ISPA, seperti udara kering, perubahan suhu, musim pancaroba, ventilasi ruangan yang buruk, paparan asap rokok, serta kondisi daya tahan tubuh yang lemah. Lingkungan kerja yang tertutup dengan sirkulasi udara kurang baik juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai oleh para pekerja.
Ani menyampaikan, gejala ISPA umumnya diawali dengan batuk, pilek, bersin-bersin, sakit tenggorokan, hingga hidung tersumbat. Selain itu, penderita juga dapat mengalami sakit kepala, demam, dan rasa lelah yang berlebihan.
“Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, ISPA dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan komplikasi pada kelompok rentan,” katanya.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala. Tanda-tanda yang perlu mendapatkan perhatian medis antara lain napas cepat atau sesak, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, demam tinggi, serta gejala yang tidak kunjung membaik lebih dari tiga hari setelah melakukan pengobatan mandiri.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut agar dapat memperoleh penanganan yang tepat dan mencegah kondisi menjadi lebih serius,” tuturnya.
Masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah ISPA, seperti menggunakan masker saat diperlukan, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari paparan asap rokok, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, dan olahraga secara teratur juga menjadi langkah penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
“Pencegahan merupakan langkah terbaik. Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat, risiko terkena ISPA dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap produktif dan sehat dalam beraktivitas,” tandasnya.