Senin, 22 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 56
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin mengajak jajarannya mengunjungi dua sentra perajin batik Betawi. Dua lokasi yang dikunjungi yakni Rumah Batik Palbatu di Tebet dan Batik Betawi Terogong di Cilandak.
"Sangat bagus dan harus diacungi jempol"
Azizah mengatakan, kunjungan ini bertujuan melihat langsung berbagai inovasi dan kreativitas para perajin yang dapat menjadi referensi pengembangan batik Jakarta Selatan ke depan.
"Terutama terkait model dan ciri khasnya. Kami juga ingin mengajak mereka bekerja sama untuk memajukan Dekranasda Jakarta Selatan," ujarnya, Senin (22/6).
Azizah mengaku terkesan dengan beragam motif yang dihasilkan para perajin. Di Rumah Batik Palbatu, perhatian tertuju pada motif kembang goyang hingga ragam kuliner khas Jakarta yang dibuat para penyandang disabilitas.
Sementara di Batik Betawi Terogong, motif daun sirih, ondel-ondel, dan penari Betawi menjadi daya tarik tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya Betawi.
"Kedua tempat yang kami kunjungi memiliki ciri khas atau keunggulannya masing-masing. Namun, kreativitas dan inovasi keduanya sangat bagus dan harus diacungi jempol," terangnya.
Menurutnya, keberadaan para perajin batik Betawi menjadi aset penting bagi Jakarta Selatan. Untuk itu, dukungan terhadap pelaku UMKM kreatif perlu terus diperkuat agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional.
Ia menuturkan, semakin banyak perajin batik Betawi yang berkembang, semakin kuat pula identitas budaya Jakarta Selatan yang dapat dikenal masyarakat luas.
"Kami ingin batik ini dapat semakin dikenal oleh publik. Terlebih lagi, Jakarta saat ini sedang menuju kota global. Sehingga, diharapkan produk mereka bisa menembus pasar internasional melalui berbagai pameran," tandasnya.