Kamis, 18 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 299
(Foto: Anita Karyati)
Pelajar di SMA Negeri 15 Jakarta diberikan edukasi kesehatan mental yang diselenggarakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Penting untuk dipahami"
Ketua TP PKK Kelurahan Sunter Agung, Sarasah Nirmanasari mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (GKSTTB) yang secara rutin menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
"Tema yang kami angkat kali ini adalah kesehatan mental bagi remaja. Materi ini disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda saat ini karena isu kesehatan mental menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dipahami," ujarnya, Kamis (18/6).
Sarasah menjelaskan, meskipun menjadi kunjungan perdana program GKSTTB ke SMAN 15 Jakarta, kegiatan tersebut mendapat sambutan dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Untuk memberikan materi yang komprehensif, TP PKK Kelurahan Sunter Agung bekerja sama dengan Rumah Sakit Hermina sebagai narasumber.
"Kami berkolaborasi dengan tenaga ahli dari RS Hermina agar para para peserta didik di sini memperoleh pemahaman yang tepat mengenai kesehatan mental. Semoga mereka dapat mengenali kondisi psikologis diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya," terangnya.
Kepala SMAN 15 Jakarta, Retno Widiastuti mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebanyak 50 peserta didik yang mengikuti edukasi ini merupakan siswa-siswi pilihan dari kelas X dan XI.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi peserta didik. Selama ini sekolah juga rutin memberikan edukasi terkait berbagai isu remaja, seperti bahaya narkotika, pencegahan perundungan, dan kesehatan reproduksi," ungkapnya.
Retno berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat literasi dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Sehingga, mereka mampu menghadapi berbagai tekanan yang muncul selama masa pendidikan.
"Kami ingin para murid tumbuh menjadi generasi yang kuat secara mental, mampu mengelola emosi, serta memiliki ketahanan diri dalam menghadapi tantangan kehidupan maupun proses belajar," ucapnya
Sementara itu, salah seorang peserta didik di SMAN 15, Fikri Maulana (15) mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Termasuk, lebih memahami perbedaan antara stres yang umum dialami pelajar dengan gejala depresi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
"Melalui kegiatan ini, saya belajar cara mengenali kondisi mental, mengelola stres, serta pentingnya berbicara dengan orang yang tepat ketika menghadapi masalah. Ilmu ini akan saya bagikan kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan rumah," tandasnya.