Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 201
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Puluhan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Jakarta Selatan antusias mengikuti Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
"Pemahaman yang baik tentang kebencanaan"
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Kegiatan dikemas melalui lomba menggambar dan cerdas cermat bertema kebencanaan. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga bertujuan menanamkan kesadaran dan pemahaman mengenai mitigasi bencana kepada generasi muda.
Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Cahya Amanah mengatakan, edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak dan remaja memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitarnya.
"Kami mengharapkan generasi muda dapat menjadi generasi yang lebih tangguh, sadar risiko, dan memiliki pemahaman yang baik tentang kebencanaan," ujarnya, Selasa (9/6).
Cahya menjelaskan, festival tersebut diikuti 47 peserta lomba menggambar tingkat sekolah dasar dan 12 tim yang berpartisipasi dalam lomba cerdas cermat tingkat SMA/sederajat.
"Seluruh materi perlombaan difokuskan pada tema kebencanaan sebagai upaya memperkuat literasi mitigasi bencana di kalangan pelajar," terangnya.
Menurutnya, untuk lomba menggambar diperuntukkan bagi murid sekolah dasar. Sedangkan, lomba cerdas cermat diikuti pelajar SMA/sederajat.
"Para pemenang nantinya direncanakan akan mewakili wilayahnya dalam kompetisi serupa di tingkat provinsi," ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin BPBD DKI Jakarta dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada pelajar melalui metode yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Cahya berharap, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti festival dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap potensi bencana sekaligus mendorong terciptanya budaya siaga bencana di lingkungan sekolah maupun keluarga.
"Mudah-mudahan mereka mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana dan mampu menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh kepada teman-teman serta keluarganya," ucapnya.
Sementara itu, orang tua peserta lomba menggambar, Nuraini mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menggabungkan unsur edukasi dan kreativitas dalam satu kegiatan yang bermanfaat.
"Anak saya sangat senang mengikuti lomba ini karena memang suka menggambar. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar anak-anak dapat belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan," tandasnya.