Kamis, 11 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 84
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu mengadakan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2026 di Kantor Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
"Memerlukan keterlibatan seluruh pihak"
Kegiatan yang diikuti lebih dari 60 peserta dari berbagai unsur masyarakat ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Ghamal Ahmad Pramana mengatakan, peringatan HTBS yang diperingati setiap 24 Maret merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memerangi TB.
"Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha," ujarnya Kamis (11/6).
Ghamal menjelaskan, peringatan HTBS 2026 di Kepulauan Seribu mengusung tema "SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB" dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Provinsi DKI Jakarta.
"Tema ini mencerminkan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, dan pengobatan TB secara menyeluruh," terangnya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan pada 10-11 Juni 2026 di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi, kunjungan rumah (home visit), skrining kesehatan, pemeriksaan TB, serta pemeriksaan paru menggunakan portable X-ray yang bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes).
Kemudian, Sudinkes Kepulauan Seribu juga menyelenggarakan lomba video edukasi yang diikuti tujuh Kampung Siaga Tuberkulosis (KST) dari berbagai pulau sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanggulangan penyakit TB.
"Kami terus mendorong berbagai inovasi edukasi agar pesan tentang pencegahan dan pengobatan TB dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan efektif," ungkapnya.
Ghamal memaparkan, hingga 8 Juni 2026 tercatat sebanyak 32 kasus Tuberkulosis Sensitif Obat (TBSO) di wilayah Kepulauan Seribu. Sementara itu, capaian penemuan kasus telah mencapai 32,65 persen dari target nasional.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, pihaknya terus melakukan skrining aktif melalui kegiatan community outreach yang melibatkan berbagai program dan sektor terkait.
"Saat ini telah terbentuk 13 Kampung Siaga Tuberkulosis yang tersebar di seluruh kelurahan. Keberadaan kampung siaga ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam edukasi, pencegahan, serta penemuan kasus TB di masyarakat," bebernya.
Ia menuturksm, dalam acara puncak peringatan HTBS 2026, Sudinkes Kepulauan Seribu juga memberikan penghargaan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dengan kinerja terbaik dalam penanggulangan TB, capaian penemuan kasus tertinggi, serta pelaksanaan investigasi kontak terbaik.
Sementara itu, Lurah Pulau Pari, Muhammad Yusuf menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut di wilayahnya. Peringatan HTBS menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran TB.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena kesehatan masyarakat merupakan prioritas bersama. Kami berharap warga semakin memahami pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta menyelesaikan pengobatan TB hingga tuntas," tandasnya.