Rabu, 10 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 191
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mematangkan rencana pengembangan Park and Ride Lebak Bulus, Jakarta Selatan menjadi transit oriented development (TOD) sebagai kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat hunian, bisnis, dan aktivitas masyarakat.
"Mengintegrasikan fungsi"
Kawasan yang menjadi titik awal layanan MRT Jakarta tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung mobilitas warga sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan menuju pusat kota.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, pengembangan kawasan Lebak Bulus diarahkan pada konsep integrasi transportasi dan tata ruang yang menyeluruh agar tercipta sistem mobilitas yang lebih nyaman, tertib, dan ramah bagi masyarakat.
"Layanan MRT Jakarta harus didukung dengan penyediaan lokasi park and ride yang memadai. Harapannya, masyarakat yang akan menuju pusat kota dapat memarkirkan kendaraannya di lokasi ini, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan MRT maupun Transjakarta,” ujarnya, Rabu (10/6).
Menurutnya, optimalisasi kawasan Park and Ride Lebak Bulus sejalan dengan program prioritas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam mengurangi volume lalu lintas menuju pusat kota sekaligus meningkatkan kualitas udara ibu kota.
Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dua alternatif lokasi untuk mendukung operasional terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Jakarta Selatan.
Alternatif pertama adalah mengoptimalkan area Park and Ride yang sudah ada dengan menambah fasilitas pendukung berupa lay-by atau area berhenti bagi bus antarkota. Sementara, alternatif kedua adalah mengembangkan kawasan eksisting Pasar Jumat menjadi terminal khusus bus AKAP.
"Fasilitas terminal ini diproyeksikan untuk mengakomodir warga Jakarta Selatan dan sekitarnya yang ingin bepergian ke luar daerah, baik menuju wilayah Jawa maupun Sumatera," terangnya.
Syafrin menjelaskan, tidak hanya memperkuat fungsi transportasi, kawasan Lebak Bulus juga dirancang menjadi pusat aktivitas baru. Pemprov DKI Jakarta berencana membangun fasilitas Park and Ride berkapasitas besar melalui pembangunan gedung parkir bertingkat dan area pelataran yang luas untuk menampung kendaraan pengguna transportasi umum.
"Pada di sisi selatan kawasan atau tepat di seberang lokasi Park and Ride saat ini, akan dikembangkan gedung mixed-use yang mengintegrasikan fungsi hunian, hotel, serta pusat kegiatan ekonomi masyarakat dalam satu kawasan," ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah proses perencanaan diselesaikan oleh PT MRT Jakarta, Pemprov DKI akan melanjutkan tahapan berikutnya dengan membuka peluang kerja sama kepada pihak swasta melalui proses market sounding.
"Langkah selanjutnya adalah melakukan market sounding guna menarik investor yang akan terlibat dalam pembangunan kawasan ini. Kami sepenuhnya mendukung pelaksanaan program ini agar segera terealisasi," tandasnya.