Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 186
(Foto: Nurito)
Sebanyak 60 warga RW 04, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran yang diadakan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur.
"Cara memadamkan api"
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman.
"Simulasi dilakukan dengan skenario kebakaran rumah yang dibuat menggunakan material kayu, papan, dan tripleks hingga evakuasi korban. Warga tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pemadaman api," ujarnya, Selasa (9/6).
Wahid menjelaskan, simulasi ini terdiri dari gladi rencana operasi penanggulangan kebakaran serta edukasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang sudah diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada masyarakat.
"Kami melakukan simulasikan penggunaan APAR dan memadukannya dengan skenario kebakaran. Masyarakat yang sudah mendapatkan edukasi langsung diajak mempraktikkan cara memadamkan api," terangnya.
Menurutnya, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai cara berkomunikasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu proses penanganan kebakaran.
"Kami juga mengingatkan warga agar tidak memarkir kendaraan di badan jalan lingkungan. Sebab, dapat menghambat akses mobil pemadam kebakaran saat terjadi keadaan darurat," ungkapnya.
Untuk mendukung kegiatan simulasi, lanjut Wahid, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran, 30 personel, serta enam unit APAR.
"Sebanyak lima tabung APAR juga diserahkan untuk menjadi inventaris RW," bebernya.
Lurah Jati, Asep Ahmad Umar, menyambut baik pelaksanaan simulasi dan edukasi penanganan dini kebakaran tersebut karena dapat menjadi langkah preventif yang penting untuk meminimalisir risiko dan dampak kebakaran di lingkungan permukiman.
"Saya juga mengimbau masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di badan jalan sehingga saat terjadi bencana, mobil pemadam kebakaran dapat dengan mudah melintas menuju lokasi," tandasnya.