Waduk Setu Dijadikan Sentra Pengolahan Kompos

Kamis, 04 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 709

Waduk Setu Jadi Pusat Pengolahan Sampah Daun Menjadi Kompos

(Foto: Nurito)

Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, menjadikan area Waduk Setu sebagai pusat pengolahan sampah daun menjadi kompos. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sekaligus mendukung program pengelolaan sampah dari sumber.

"Kami menyiapkan tiga lubang besar di area Waduk Setu"

Lurah Setu, Dwi Widiastuti mengatakan, program tersebut memanfaatkan sampah dedaunan hasil penyapuan jalan yang setiap hari dikumpulkan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Menurutnya, sampah daun yang sebelumnya berpotensi menjadi beban pengangkutan ke TPST Bantar Gebang kini diolah menjadi kompos yang memiliki nilai manfaat bagi lingkungan.

"Kami menyiapkan tiga lubang besar di area Waduk Setu sebagai tempat pengolahan sampah dedaunan menjadi kompos. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Bantar Gebang," ujarnya, Kamis (4/6).

Dwi menjelaskan, tiga lubang yang disiapkan masing-masing berukuran sekitar 4x2 meter dengan kedalaman satu meter. Sampah dedaunan ditimbun di dalam lubang, kemudian ditutup rapat menggunakan terpal untuk mempercepat proses penguraian.

"Proses diprakirakan pengomposan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga menghasilkan kompos yang siap digunakan. Hasil kompos nantinya akan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung kegiatan urban farming di wilayah Kelurahan Setu," terangnya.

Ia menuturkan, untuk mendukung program tersebut, sekitar 10 petugas PPSU ditugaskan setiap hari menangani pengumpulan dan pengolahan sampah daun di area Waduk Setu.

Selain mengelola sampah dedaunan, Kelurahan Setu juga terus mengoptimalkan pemilahan sampah organik dapur (SOD) dari rumah tangga. 

"Saat ini, volume sampah organik dapur yang berhasil dikumpulkan dari warga mencapai sekitar 1,6 hingga 2,6 ton per hari yang berasal dari 44 RT di enam RW," ungkapnya.

Ia menuturkan, Sampah organik tersebut kemudian diangkut oleh Satuan Tugas Lingkungan Hidup untuk dibawa ke fasilitas pengolahan milik Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur. 

"Sampah selanjutnya diolah menjadi bubur sampah yang dimanfaatkan sebagai pakan maggot," ucapnya.

Dalam mendukung program pengelolaan sampah organik, lanjut Dwi, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur sudah memberikan bantuan 30 tong sampah yang ditempatkan di enam RW. 

"Pihak kelurahan juga menambah 40 ember bekas cat yang dimanfaatkan sebagai wadah penampungan sampah organik dapur," imbuhnya.

Dwi berharap, berbagai upaya yang dilakukan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah serta mendukung pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

"Melalui pengolahan sampah daun menjadi kompos dan pemilahan sampah organik dapur, kami ingin membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gubernur pramono pemilahan sampah otoy

Pemprov DKI Komitmen Masifkan Pengolahan Sampah Organik

Senin, 11 Mei 2026 1288

Jakarta hasilkan bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah

Jakarta Hasilkan Bahan Bakar Alternatif dari Pengolahan Sampah dalam Kota

Rabu, 17 Desember 2025 1500

Pembinaan Keluarga Sadar Hukum cipayung nur

Pembinaan Kadarkum di Cipayung Dorong Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah

Kamis, 04 Juni 2026 593

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14497

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3572

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1925

Masukan Ketua Komisi B Optimalisasi Transportasi Umum MRT ilust 1

Makin Diminati, Transportasi Jakarta Tembus Peringkat 15 Besar Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 934

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 917

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks