Pemprov DKI Komitmen Masifkan Pengolahan Sampah Organik

Senin, 11 Mei 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 648

Gubernur pramono pemilahan sampah otoy

(Foto: Andri Widiyanto)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5).

Pengolahan sampah organik ini merupakan langkah konkret Pemprov DKI dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah di Jakarta.

"ini akan sangat bermanfaat,"

"Hari ini sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang kemarin sudah kita canangkan, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai concern untuk penanganan sampah terutama sampah organik dan anorganik," ujar Pramono.

Pramono menekankan, kolaborasi antara Pasar Jaya, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menangani besarnya volume sampah yang selama ini membebani Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Sistem pengolahan sampah di Pasar Kramat Jati ini akan mengelola sekitar lima ton sampah tiap harinya. Dengan sinergi bersama pihak swasta dan Pupuk Indonesia, hasil pengolahan sampah tersebut akan dimanfaatkan untuk pertamanan dan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Pasar Jaya sendiri mengelola 153 pasar dan sekitar 500 ton sampah yang selama ini dikirim ke TPST Bantargebang. Melalui upaya ini, Pramono meyakini beban pengiriman sampah ke TPST Bantargebang akan mulai berkurang.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," katanya.

Selain pasar di seluruh Jakarta, sistem pengolahan sampah serupa akan diterapkan di sektor hotel, restoran, dan kafe yang juga berkontribusi besar dalam pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

"Mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan akan bisa mengatasi persoalan sampah yang akan membawa manfaat bagi lebih green karena bisa sebagai fertilizer dari yang organik," lanjutnya.

Pramono menegaskan, gerakan pemilahan sampah ini akan diimplementasikan secara masif di Jakarta. Ia pun telah menginstruksikan jajaran wali kota, camat, lurah, hingga tingkat RT/RW untuk mulai menerapkan upaya ini.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, secara bertahap akan menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang dibutuhkan warga.

"Secara perlahan tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan. Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan tidak boleh berhenti karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta," tandas.

BERITA TERKAIT
IMG 20260510 WA0000

Pemprov DKI Canangkan HUT ke-499 Jakarta dan Gerakan Pilah Sampah

Minggu, 10 Mei 2026 778

Atasi Masalah Sampah, Lima Biopori Jumbo Dibuat di Kelurahan Gunung

Inovasi Kelurahan Gunung Kurangi Sampah Dibuang ke TPST Bantar Gebang

Jumat, 08 Mei 2026 777

Ratusan Tokoh Masyarakat Kemayoran Ikut Sosialisasi Pembatasan Pembuangan Sampah ke Bantargebang

Warga Kemayoran Ikut Sosialisasi Pembatasan Pembuangan Sampah ke Bantargebang

Selasa, 21 April 2026 473

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 6936

LRT fase 1b gery ist

Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

Rabu, 13 Mei 2026 1285

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 1593

Gub dki pramono ist

Pram Dukung Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku Judi Online

Rabu, 13 Mei 2026 940

Magang kerja pemprov dki ist

Program Magang Solusi Atasi Kesenjangan Skill dan Pengangguran

Rabu, 13 Mei 2026 865

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks