Senin, 25 Mei 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 195
(Foto: Nurito)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melepas 177 petugas pemeriksa hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota setempat. Pelepasan petugas pemeriksa hewan kurban ini dilakukan langsung Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kota Jakarta Timur, Fauzi.
"Laksanakan tugas dengan baik"
Kegiatan pelepasan ditandai dengan penyematan jas putih, pengalungan tanda pengenal (ID card), serta penyerahan pisau kepada perwakilan petugas pemeriksa hewan kurban.
Fauzi mengatakan, para petugas tersebut nantinya bertugas memeriksa kesehatan hewan dan kelayakan daging kurban di berbagai lokasi penyembelihan, mulai dari masjid, musala, sekolah, perkantoran hingga lingkungan permukiman warga.
Menurutnya, para petugas akan menjalankan tugas hingga H+3 Iduladha atau sampai proses penyembelihan hewan kurban selesai dilakukan.
"Pesan kami, laksanakan tugas dengan baik karena tidak semua orang mempunyai kewenangan memeriksa hewan dan daging kurban. Untuk itu, manfaatkan sebaik mungkin dan laksanakan tugas dengan baik,' ujarnya, Senin (25/5).
Ia berharap, seluruh petugas dapat memastikan hewan kurban yang diperiksa dalam kondisi sehat dan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman serta layak konsumsi.
"Kita harus pastikan masyarakat tidak khawatir denga daging kurban yang diterima karena benar-benar sehat dan layak konsumsi," terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Theresia Ellita menjelaskan, 177 petugas tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB, Dinas KPKP, serta Sudin KPKP.
"Kami juga dibantu unsur Saka Taruna Bumi Kwarcab Pramuka Jakarta Timur yang membantu proses pendataan dan dokumentasi kegiatan," ungkapnya.
Ia menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan pemeriksaan di sekitar 250 lokasi penyembelihan hewan kurban di se-Jakarta Timur.
"Banyaknya lokasi pemeriksaan karena tingginya permintaan masyarakat agar petugas turut memeriksa kesehatan hewan dan daging kurban di lingkungan mereka, khususnya di masjid, musala, sekolah, dan perkantoran," tandasnya.