Jumat, 22 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 198
(Foto: Istimewa)
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) DKI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Resepsionis Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, pada 19 sampai 20 Mei.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas, kompetensi, serta daya saing para pekerja layanan front office perhotelan di Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang telah berhasil lolos tahapan seleksi administrasi dan pre-test. Peserta mengikuti sesi pelatihan intensif, dan dilanjutkan dengan Uji Kompetensi BNSP pada 21 Mei 2026.
"implementasi kurikulum berstandar ASEAN,"
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, para resepsionis perhotelan memiliki peran strategis dalam mendukung pemulihan global dan kemajuan industri pariwisata Jakarta.
“Melalui implementasi kurikulum berstandar ASEAN ini, kita optimis daya saing destinasi pariwisata Jakarta di kancah internasional akan semakin meningkat,” ujarnya, Jumat (22/5).
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, kurikulum yang diterapkan kali ini mengacu pada Toolbox ASEAN, standar pendidikan pariwisata dan perhotelan tertinggi di Asia Tenggara, serta dibekali materi penunjang khusus mengenai pelayanan bagi penyandang disabilitas.
Ia menilai, resepsionis adalah garda terdepan sekaligus cerminan pertama dari kualitas pelayanan pariwisata di Jakarta. Di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif, tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mahir secara administratif, tetapi juga yang memiliki keterampilan komunikasi kelas dunia, adaptif terhadap standar internasional, serta mampu merepresentasikan keramahan Jakarta yang inklusif untuk semua kalangan.
Andhika menjelaskan, peserta disuguhi berbagai unit kompetensi inti selama pelatihan seperti manajemen reservasi, pemrosesan transaksi keuangan, penanganan konflik, komunikasi bahasa Inggris operasional, hingga materi khusus bertajuk ‘Jakarta Kota Inklusif Ramah Disabilitas’.
“Maka itu, Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng para instruktur profesional dari Kedua Bersaudara Training & Consulting, serta narasumber ahli di bidang inklusivitas untuk memastikan materi tersampaikan secara komprehensif,” katanya.
Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani mengatakan, komitmen ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam memfasilitasi peningkatan karier para tenaga kerja lokal secara formal dan cuma-cuma.
Ia menyampaikan, melalui pelatihan berbasis kompetensi ini Dinas Parekraf DKI Jakarta ingin memastikan bahwa seluruh aspek pelayanan di sektor akomodasi Jakarta dapat setara dengan standar hotel-hotel terbaik di Asia Tenggara.
“Tidak kalah penting, kami menaruh perhatian besar pada aspek keadilan sosial dengan menyisipkan materi kota inklusif ramah disabilitas, sehingga para resepsionis kita siap memberikan pelayanan prima yang setara dan tanpa diskriminasi bagi setiap tamu yang berkunjung ke Jakarta,” urainya.
Ia menambahkan, melalui program terstruktur yang diakhiri dengan ujian sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui LSP Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia para peserta yang kompeten diharapkan mampu mengantongi sertifikat kompetensi.
“Langkah strategis ini diharapkan dapat langsung menjawab kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri Pariwisata akan pemenuhan tenaga terampil yang siap kerja, profesional, serta mampu mendongkrak citra positif pariwisata Jakarta di masa depan,” tandasnya.