Program Wajib Belajar 13 Tahun Disosialisasikan di Jaksel

Selasa, 12 Mei 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 209

500 Peserta Ikuti Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menyelenggarakan sosialisasi dan advokasi dukungan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini diikuti sebanyak 500 peserta.

"Layanan pendidikan anak usia dini"

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5-6 tahun sejalan dengan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Wajib Belajar 13 Tahun dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di DKI Jakarta.

Menurutnya, fase usia dini merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan anak pada tahap selanjutnya.

"Dalam fase ini anak akan memperoleh stimulasi yang dapat mengoptimalkan kemampuan dasar mereka melalui layanan pendidikan anak usia dini," ujarnya, Selasa (12/5).

Anwar menjelaskan, PAUD berkualitas merupakan investasi strategis jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan karena PAUD memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan belajar dan karakter anak sejak dini.

"Kami mengapresiasi inisiasi program ini dan akan memastikan setiap anak di Jakarta Selatan mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan di semua jenjang," terangnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Jakarta Selatan, Diah Anwar menambahkan, kegiatan tersebut diikuti unsur Bunda PAUD, IGRA, dan pengelola RPTRA se-Jakarta Selatan secara hybrid.

Diah memaparkan, kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah sangat penting bagi tumbuh kembang anak karena pada masa usia dini anak membutuhkan stimulasi optimal melalui layanan pendidikan anak usia dini.

"Fase usia dini yang mencakup usia 0 hingga 6 tahun dikenal sebagai golden age atau periode emas yang menentukan perkembangan seseorang pada fase-fase selanjutnya," ucapnya.

Ia menyampaikan, kontribusi PAUD tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, sosial, serta budaya.

PAUD juga berperan dalam menanamkan nilai moral dan etika, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, nasional, hingga global. 

Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berbasis budaya sejak dini akan lebih mampu memahami keberagaman dan memiliki identitas yang kuat dalam masyarakat.

"PAUD berkualitas menjadi investasi strategis jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pemkot Jakut Perkuat Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Pemkot Jakut Berkomitmen Sukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun

Selasa, 28 April 2026 244

Bunda Literasi Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin ke Sekolah Satu Atap SDN Menteng 03

Bunda Literasi Jakpus Sosialisasikan Implementasi Wajib Belajar Prasekolah

Kamis, 11 September 2025 2331

Verlap Lomba PKK di Kecamatan Pesanggrahan Berjalan Optimal

Diah Anwar Optimistis Wakil Jaksel Bisa Juara Lomba 10 Program Pokok PKK

Senin, 04 Agustus 2025 1991

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 6039

LRT fase 1b gery ist

Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

Rabu, 13 Mei 2026 891

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 1260

Monas dok2

Pramono: Jakarta Tetap Ibu Kota hingga Terbitnya Keppres

Rabu, 13 Mei 2026 753

Hewan kurban sapi bilal

Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali

Selasa, 12 Mei 2026 1083

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks