Selasa, 12 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 323
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 2.000 pelajar dari berbagai wilayah di Jakarta antusias mengikuti kegiatan Jakarta Road Safety Festival 2026 yang diadakan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta di Ecovention Hall, Ecopark Ancol, Jakarta Utara.
"Menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja"
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral antara Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta instansi terkait lainnya.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengedukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus ajang silaturahmi antara pemerintah dan para pelajar.
Menurutnya, keamanan dan kualitas transportasi Jakarta saat ini telah mendapatkan pengakuan global. Jakarta menempati peringkat ke-71 Kota Global, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-74.
"Selain itu, infrastruktur transportasi Jakarta juga berada di peringkat ke-17 dunia dan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara setelah Singapura," ujarnya, Selasa (12/5).
Eli menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk peran pelajar sebagai generasi penerus pembangunan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Berdasarkan data Jasa Raharja, rata-rata lebih dari 14 orang per hari menerima santunan akibat kecelakaan.
Untuk itu, Eli menegaskan, kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) harus dibarengi kematangan mental serta kemampuan mengendalikan emosi saat berkendara.
"Berkendara bukan soal siapa yang lebih cepat, tetapi soal keselamatan," terangnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum. Saat ini, pengguna transportasi umum di Jakarta baru mencapai sekitar 22 hingga 23 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat hingga di atas 40 persen melalui peran pelajar sebagai Duta Transportasi Umum.
"Setiap hari Rabu, seluruh ASN di DKI Jakarta diwajibkan menggunakan transportasi umum. Kami berharap para pelajar yang telah mendapatkan fasilitas transportasi gratis juga ikut membudayakan penggunaan transportasi publik dan menularkannya kepada lingkungan sekitar," ungkapnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan menuturkan, kegiatan ini diikuti pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK dari lima wilayah kota di Jakarta.
Kegiatan in bertujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas serta memberikan edukasi keselamatan jalan kepada generasi muda sejak dini dan menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan berlalu lintas.
"Kami memfokuskan edukasi kepada pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang kuat sejak di bangku sekolah," ucapnya.
Ujang menuturkan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga edukasi mengenai teknis keselamatan jalan dan etika berlalu lintas yang benar.
Selain itu, para pelajar diajak mengenal lebih dekat sarana dan prasarana transportasi modern di Jakarta melalui berbagai stan pameran yang dihadirkan oleh MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Dirlantas, Jasa Raharja, dan sejumlah instansi lainnya.
"Semoga melalui kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik yang aman dan terintegrasi," harapnya.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelajar, narasumber, dan semua yang sudah membantu suksesnya kegiatan ini.
"Jakarta Road Safety Festival 2026 ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda tentang pentingnya menaati aturan dan keselamatan berlalu lintas," bebernya.
Sementara itu, salah seorang peserta SMA Negeri 78 Jakarta, Raeyan (16) mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena jadi lebih tahu pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Kalau seminar lain sudah pernah, tetapi tentang lalu lintas baru pertama kali. Kegiatannya seru, banyak ilmu baru, dan bisa menambah teman dari sekolah lain," tandasnya.